Minangkabau Kebanggan Kita

minangel-minang-el-kabau-berbanggalah

“Merantau” sesungguhnya tak bisa dipisahkan dari Minangkabau. Asal usul kata “merantau” itu sendiri berasal dari bahasa dan budaya Minangkabau yaitu “rantau”. Rantau pada awalnya bermakna: wilayah wilayah yang berada di luar wilayah inti Minangkabau, tempat awal mula peradaban Minangkabau periode terakhir sebelum zaman modern. Peradaban Minangkabau mengalami beberapa periode atau pasang surut. Wilayah inti itu disebut “darek” (darat) atau Luhak nan Tigo. Aktifitas orang orang dari wilayah inti ke wilayah luar disebut “marantau” atau pergi ke wilayah rantau. Lama kelamaan wilayah rantau pun jadi wilayah Minangkabau. Akhirnya wilayah rantau menjadi semakin jauh dan luas, bahkan di zaman modern sekarang ini wilayah rantau orang Minangkabau bisa disebut di seluruh dunia, walaupun wilayah tersebut tak akan mungkin masuk kategori wilayah Minangkabau namun tetap disebut “rantau”. Filosofi dan tujuan “merantau” orang Minang berbeda dengan imigrasi, urbanisasi, atau transmigrasi yang dilakukan kelompok lain.

Banyak orang dari berbagai suku atau etnis yang merantau, di antaranya yang fenomenal adalah kaum Minangkabau. Seorang laki laki Minangkabau saat menginjak usia dewasa muda (20-30 tahun) sudah didorong pergi merantau oleh kultur / budaya adat Minangkabau yang dianut suku tersebut sejak dulu kala, entah kapan bermulanya tak bisa diketahui secara pasti. Tapi setidaknya berdasarkan sejarah yang masih bisa ditelusuri sekitar abad ke 7 orang orang atau pedagang Minangkabau berperan besar dalam pendirian kerajaanMelayu di wilayah Jambi sekarang yang pada zamannya berada pada posisi yang strategis dalam perdagangan di Selat Malaka atau Asia Tenggara umumnya.

Masyarakat Minangkabau dikenal punya tradisi merantau yang kuat. Mereka telah mengembara ke wilayah Asia Tenggara lainnya sejak berabad abad yang lalu. Keturunan mereka sampai saat ini masih ada bahkan berkembang di banyak tempat seperti Aceh, Riau, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Lampung atau wilayah Sumatera lainnya dan juga di Jawa, Sulawesi,  Kalimantan,  Nusa Tenggara, Malaysia, Singapura, Brunei, Filipina Selatan, dan lain lain.Masyarakat Minangkabau dikenal punya tradisi merantau yang kuat. Mereka telah mengembara ke wilayah Asia Tenggara lainnya sejak berabad abad yang lalu. Keturunan mereka sampai saat ini masih ada bahkan berkembang di banyak tempat seperti Aceh, Riau, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Lampung atau wilayah Sumatera lainnya dan juga di Jawa, Sulawesi,  Kalimantan,  Nusa Tenggara, Malaysia, Singapura, Brunei, Filipina Selatan, dan lain lain.

  1. Suku Aneuk Jamee di Aceh adalah masyarakat keturunan Minangkabau yang nenek moyang mereka telah merantau dari Ranah Minang sejak berabad abad yang lalu.
  2. Cut Nyak Dhien dan Teuku Umar yang dikenal sebagai pejuang gigih dan dianugerahi gelar pahlawan nasional oleh pemerintah Indonesia adalah anak dan keponakan dari Nanta Setia seorang Uleebalang VI Mukim, keturunan seorang perantau Minang yang juga jadi uleebalang di Kesultanan Aceh pada abad ke 18.
  3. Dengan dukungan raja Pagaruyung Minangkabau, pada abad ke 15 perantau Minangkabau sudah mulai bermukim di Negeri Sembilan semenanjung Malaya. Komunitas keturunan perantau Minangkabau di Negeri Sembilan yang populasinya cukup banyak akhirnya menjadi sebuah kerajaan dengan raja pertamanya Raja Melewar yang diutus langsung dari Pagaruyung Minangkabau. Pada pertengahan abad ke 20 seorang Raja Negeri Sembilan yang keturunan Minangkabau Tuanku Abdul Rahman diangkat menjadi raja Malaysia pertama dengan gelar Yang di-Pertuan Agong.
  4. Empat orang putera raja Pagaruyung Minangkabau mengembara / merantau ke selatan dan mendirikan Kepaksian Sekala Brak di wilayah Lampung sekarang.
  5. Di Mindanao Selatan (Filipina) keturunan perantau Minangkabau dari ratusan tahun yang lalu masih ada sampai saat ini. Gelar bangsawan mereka “Ampatuan” yang berasal dari Pagaruyung / Minangkabau (Ampu Tuan) masih mereka pakai sampai sekarang.
  6. Di Sulawesi Selatan keturunan Datuk Makotta Minangkabau sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari masyarakat Bugis-Makassar sejak ratusan tahun yang lalu.
  7. Di pesisir barat Sumatera Utara mulai dari Natal sampai Sibolga, Sorkam dan Barus keturunan Minangkabau telah bertransformasi dan telah berubah nama menjadi “Orang Pesisir”. Dahulunya nenek moyang mereka berasal dari wilayah Painan, Padang dan Pariaman. Sampai sekarang bahasa mereka hampir tak ada bedanya dengan bahasa Minangkabau.
  8. Saat masa jayanya Bandar Malaka pada abad ke 15 di semenanjung Malaya, di wilayah Batu Bara dan AsahanSumatera Utara dulunya banyak bermukim komunitas Minangkabau dan menerapkan sistim adat Minangkabau yang matrilineal sebelum berubah jadi patrilineal atas desakanSultan Deli. Saat ini keturunan Minangkabau tersebut telah lebur kedalam masyarakat Melayu pesisir timur Sumatera Utara.
  9. Di Negeri Sembilan perantau Minangkabau mendirikan kerajaan.
  10. Pada akhir abad ke 14 seorang perantau Minang lainnya Raja Bagindo juga mendirikan Kesultanan Sulu di Filipina Selatan.
  11. Awang Alak Betatar pendiri Kesultanan Brunei konon berasal dari Minangkabau juga, bahkan saat acara peresmian replika Istana Pagaruyung di tahun 80 an Sultan Brunei Hassanal Bolkiah juga ikut hadir dan sempat mengatakan bahwa leluhurnya berasal dari Pagaruyung Minangkabau.

Kalau ditelusuri lebih jauh lagi ke belakang, sebuah peninggalan sejarah dari abad ke 7 masehi yaitu  prasasti Kedukan Bukit di Palembang  menyatakan bahwa Kerajaan Sriwijaya didirikan oleh Dapunta Hyang setelah bertolak dari Minanga Tamwan dengan membawa bala tentara sebanyak 20.000 orang. Ada ahli sejarah yang berpendapat bahwa Minanga Tamwan zaman kuno yang berpusat di hulu sungai Batang Hari atau di hulu sungai Kampar itu adalah Minangkabau sekarang. Mengenai hal ini memang masih belum ada kesamaan pendapat di antara para ahli sejarah, ada yang berpendapat Dapunta Hyang bertolak dari Minanga Tamwan kearah selatan, lalu mendirikan wanua (kerajaan Sriwijaya) setelah menemukan tempat yang dianggap tepat. Sedangkan ahli yang lain berpendapat Minanga Tamwan adalah kerajaan taklukan Dapunta Hyang. Tidak tertutup kemungkinan bahwa pendapat yang pertama dari para ahli sejarah tersebut benar adanya mengingat prestasi yang dicapai orang orang Minangkabau dalam petualangan perantauannya baik di masa lalu maupun dimasa kini.

Selain perantauan yang bersifat kolektif dan agak masif yang kemudian hari menjadi suatu komunitas bahkan kerajaan, juga ada perantau individual yang merantau ke wilayah yang tidak lazim dijadikan tujuan perantauan orang Minang pada masa itu. Selain Datuk Makotta Minangkabau juga ada tiga orang Datuk yang ulama yaitu Datuk Ri BandangDatuk Ri PattimangDatuk Ri Tiro merantau ke wilayah timur dan menyebarkan agama Islam di wilayah Sulawesi dan Nusa Tenggara pada awal abad ke 17. Sampai saat ini masyarakat setempat tetap mengenang jasa jasa mereka. Di beberapa wilayah Kalimantan Timur dan Sulawesi Tengah, Tuan Tunggang Parangan dan Datuk Karama dikenang masyarakat setempat sebagai pembawa ajaran Islam ke daerah itu.

Di bidang kemiliteran tiga laki laki Minang merantau jauh sampai ke Turki dan menjadi bagian dari pasukan Janissary Turki yang terkenal hebat pada masanya yaitu awal abad ke 19. Kolonel H. Piobang seorang perwira kavaleri dipercaya menjadi panglima pasukan yang berhasil mengalahkan salah satu pasukan Napoleon dalam perang Piramid di Mesir. Perwira lainnya Mayor H. Sumanik menjadi ahli perang padang pasir bersama H. Miskin. Dikemudian hari setelah pulang dari perantauan ke Ranah Minang ketiga anggota pasukan Janissary Turki itu berperan besar sebagai pendiri pasukan militer dalam perang Padri.

Sebagian besar dari tokoh tokoh Indonesia dari Minang yang berpengaruh adalah produk “perantauan”. Bangsa Indonesia tentu tak akan pernah lupa dengan jasa jasa para pejuang dan pahlawan negara ini yang berasal dari Minangkabau seperti Tan Malaka, Mohammad Hatta, dan Sjahrir yang dianggap tokoh Indonesia paling penting bersama Soekarno dan Jenderal Soedirman dalam perjuangan kemerdekaan bangsa ini. Selain ketiga tokoh tersebut tentu masih banyak tokoh produk perantauan lainnya seperti Mohammad Natsir yang pernah menjabat sebagai Presiden Liga Muslim se Dunia dan perdana menteri Indonesia, Mohammad Yamin yang jadi pelopor Sumpah Pemuda pada tahun 1928, juga Agus Salim yang jadi diplomat ulung, bahkan seorang presiden yang di(ter)lupakan Assaat.

Di bidang agama Minang perantauan juga melahirkan ulama ulama besar seperti Ahmad Khatib Al-Minangkabawi orang non Arab pertama yang jadi Imam Besar di Masjidil Haram Mekkah dan Hamka yang dihormati dan dikagumi tidak hanya oleh umat muslim Indonesia tapi juga umat muslim di negara negara Asia Tenggara lainnya. Di bidang sastra juga lahir dua orang pionir yaitu Chairil Anwar pelopor Angkatan ’45 dan Sutan Takdir Alisjahbanapelopor Pujangga Baru, sementara Usmar Ismail dikemudian hari digelari Bapak Film Indonesia, dan banyak lagi yang lainnya.

Semua tokoh tokoh besar tersebut adalah produk “perantauan”. Pencapaian yang tinggi oleh perantau perantau itu akhirnya menimbulkan pertanyaan, apakah tujuan dan filosofi orang orang Minang dalam “merantau”. Tidak mudah memahami tujuan dan filosofi itu melalui artikel yang pendek ini. Secara sederhana bisa direnungkan makna dari sebuah pepatah bijak Minangkabau yaitu Iduik bajaso, mati bapusako (Hidup berjasa, mati berpusaka) yang berarti selagi hidup harus memberi jasa agar setelah mati meninggalkan pusaka (warisan nama baik) yang bisa dikenang sepanjang masa. Untuk memahami lebih dalam lagi filosofi dan tujuan “merantau” orang Minang perlu dibaca karya dari antropolog dan sosiolog ternama Mochtar Naim dalam bukunya “Merantau”.

Orang orang Minangkabau merantau dengan hati dan pikiran terbuka serta imajinasi yang tinggi. Antropolog Mochtar Naim berpendapat bahwa di samping merantau dan berdagang, pola hidup masyarakat Minangkabau yang sangat menonjol adalah suka berpikir dan menelaah. Kebiasaan positif tersebut pada akhirnya menghasilkan para pemikir dan tokoh tokoh berpengaruh di nusantara ini. Mereka adalah manusia-manusia yang tak cepat berpuas diri, mereka akan menggapai apapun setinggi mungkin. Kemampuan dan keberanian menjelajah dunia lain yang berbeda dengan kampung halaman mereka telah menjadikan kaum itu sebagai perantau ulung yang tercatat dalam sejarah bangsa bangsa nusantara. Salah satu falsafah hidup mereka yang paling penting yaitu Alam Takambang Jadi Guru ikut berperan dalam kemampuan mereka beradaptasi dengan alam yang berbeda dengan alam Minangkabau, kampung halaman yang tak pernah mereka lupakan sejauh apapun mereka merantau.

Kebiasaan merantau juga berfungsi sebagai suatu perjalanan spiritual dan batu ujian bagi kaum lelaki Minangkabau dalam menjalani kehidupan. Pada masa lalu kaum lelaki Minangkabau yang biasanya telah menguasai ilmu beladiri silat untuk menjaga diri, berangkat pergi merantau dari kampung ketempat yang jauh hanya berbekal seadanya, bahkan tak jarang tanpa bekal sama sekali. Kehidupan yang keras, jauh dari sanak saudara dan kampung halaman diharapkan menjadi cobaan untuk menempa jiwa, kegigihan, dan keuletan si lelaki Minang dalam meningkatkan derajat kehidupannya.

Pada masa sekarang, dalam periode di negeri orang inilah orang Minang yang merantau mencari bidang kehidupan yang mereka minati. Bagi yang ingin berniaga atau wiraswasta mereka memilih menjadi pedagang. Banyak bidang usaha yang bisa mereka geluti seperti berdagang di pasar, mengelola usaha angkutan, usaha percetakan, penjahit pakaian, usaha rumah makan atau restoran Padang dan banyak lagi yang lain. Karena didorong oleh jiwa merdeka, sedikit di antara mereka yang merantau untuk mencari pekerjaan sebagai orang gajian. Bagi yang bertujuan menimba ilmu mereka pun masuk sekolah sekolah yang baik. Tak jarang mereka dijadikan pemimpin di komunitas perguruan tersebut. Banyak di antara mereka menjadi orang besar di kemudian hari, baik sebagai tokoh pengusaha, politisi, dokter, ilmuwan, birokrat, seniman, profesional, ulama, militer dan polisi, dan lain lain.

Bila keadaannya dianggap sudah cukup mapan atau sukses setelah jangka waktu tertentu, maka barulah ia akan pulang ke kampung halamannya yang telah lama ditinggalkan. Tidak jarang pula para perantau ini lalu berkeluarga, dan akhirnya menetap di perantauan. Bagi orang Minangkabau, fenomena ini disebut “Marantau Cino” atau merantau selamanya dan tak kembali lagi.

Suatu masalah yang belum banyak dikaji tentang para perantau Minang masa kini adalah mengenai perubahan sistem nilai serta kehidupan sosial mereka. Secara umum terdapat kesan bahwa para perantau Minang masih tetap menganut agama Islam dengan taat, akan tetapi dalam hubungan sosialnya sudah mulai kurang menggunakan warisan adat tradisional seperti “buah paruik”, “kaum” atau “suku”, dan lebih banyak berhimpun dalam satuan nagari asal. Salah satu perhimpunan warga Minang yang paling terkenal dan terorganisasi dengan baik adalah Sulit Air Sepakat atau SAS. Sulit Air Sepakat atau SAS punya kantor perwakilan di banyak kota besar di Indonesia dan beberapa di luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Jepang, Amerika Serikat, Australia, Inggris, dan lain lain.

Adalah menarik perhatian, bahwa pada umumnya para perantau Minang ini mampu menyesuaikan diri dengan adat istiadat serta kebudayaan daerah rantaunya, yang antara lain terlihat pada hampir tidak pernahnya terjadi konflik dengan masyarakat tempatan yang menjadi tuan rumahnya. Mungkin sekali hal ini disebabkan oleh pepatah bijak Minangkabau yang berbunyi: Di mano bumi dipijak, di sinan langik dijunjuang yang bermakna menghargai kultur dan budaya setempat tanpa harus kehilangan kultur dan budaya sendiri.

Saat ini diperkirakan lebih dari setengah jumlah warga suku Minangkabau hidup dan berkembang di wilayah perantauan baik di Indonesia maupun mancanegara, perkiraan itupun tidak memasukkan keturunan Minangkabau yang telah merantau dan berkembang sejak sekurangnya 1000 tahun yang lalu diberbagai wilayah di nusantara atau bahkan dunia pada masa modern ini. Banyak di antara keturunan mereka telah bertransformasi menjadi orang “Minang Baru” atau bahkan suku suku baru seperti “Aneuk Jamee” di Aceh, “Orang Pesisir” di pantai barat Sumatera Utara, “Oghang Nogoghi” di Negeri Sembilan, dan entah apa lagi namanya di wilayah wilayah lain yang sudah lama terputus tali sejarah dan tali persaudaraannya dengan Minangkabau. Bahkan terbetik berita tentang keturunan Pagaruyung Minangkabau yang “terdampar” di pedalaman Kalimantan Barat di sebuah negeri bernama Kudangan, yang oleh masyarakat setempat diakui sebagai leluhur mereka. Perantau Minangkabau yang fenomenal telah melahirkan suku-suku baru di nusantara ini, dan ini adalah sesuatu yang alami dalam dinamika kehidupan alam. Banyak di antara mereka yang tak mengenal lagi kampung halaman nenek moyang mereka yang hebat, yang jauh di pedalaman Sumatera bagian tengah, di dataran tinggi bergunung-gunung gagah yang memberi hawa sejuk dan di lembah berdanau indah yang pinggirannya jadi tepian mandi sejak dulu kala sampai masa kini.

Sumber, http://djkarjuma.wordpress.com/2012/07/15/anda-orang-minang-harus-baca-dan-banggalah/

6 thoughts on “Minangkabau Kebanggan Kita

  1. —————– DELETED BY ADMIN —————

    nb.
    banyak bagian dari komen ini yg saya hapus, krn hanya berisi sumpah serapah, dan juga paragraf2 yg diulang. Untuk menghemat waktu dan tempat teks2 tsb saya hapus. berikut di bawah ini beberapa teks yg masih baru yg saya pertahankan, dan kemudian saya sertakan ulasan saya. terima kasih
    :::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

    JAMBI ITU ORANG MELAYU JAMBI BUKAN ORANG PADANG. HUBUNGAN BAIK PISIK BAHASA, BUDAYA DAN TULISAN ORANG MELAYU JAMBI ITU LEBIH DEKAT DENGAN SUMSEL/ PALEMBANG DARI PADA DENGAN PADANG ATAU SUMATERA BARAT. BEGITU JUGAA MELAYU RIAU ADALAH ORANG MELAYU RIAU YANG PISIK KULIT, BAHASA BUDAYA LEBIH DEKAT DENGAN SUMSEL DARI PADA DENGAN PADANG / SUMATERA BARAT. KULIT KAMI SUMSEL, JAMBI, RIAU) RATA RATA KUNING / TERANG KAMU PADANG KULIT RATA RATA HITAM / GELAP. KAMI ADA AKSARA SURAT ULU KAMU PADANG TIDAK ADA. ORANG JAMBI DAN ORANG RIAU SAJA MENGAKUI KALAU SERIWIJAYA ITU SUMSEL KENAPA KAMU PADANG YANG SIBUK RESEH MENGAKU NGAKU ASAL SERIWIJAYA MENGATAKAN MENYERANG MENGHANCURKAN SUMSEL. KAMI YANG MENYERANG DAN MENGHANCURKAN KAMU BUKAN KAMU YANG MENYERANG DAN MENGHANCURKAN KAMI.
    DEMIALLAH KAMU TANGGUNG LAKNAT DUNIA AKHERAT PADANG.

    Minangel ~ hai putrasumsel@ ……!!!! seluruh orang Sumatera itu adalah melayu! Seluruh orang Kalimantan itu adalah melayu! Seluruh orang malaysia itu adalah melayu!!! Anda jangan meracaukata di blog orang yaa!!!! Jangan buat saya dan orang lain emosi!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    Jambi palembang deli aceh minangkabau lampung seluruhnya adalah orang melayu. Jangan pernah Anda teriak2 bahwa orang Minangkabau bukan melayu. Terlalu bodoh kalau Anda teriak2 seperti itu!!!! Tolol!!!!!!!
    ::::::::::::::::::::::::::::::::::::

    LAH KAMU ORANG PADANG MENGATAKAN DAPUNTAHYANG SERIJAYA NASA DARI GUNUMG MERAPI SUMATERA BARAT DARI PEGUNUNGAN SUMATERA BARAT,

    KAMI SEJAK SEMULA KATAKAN SERIWIJAYA ITU DARI RUMPAUN SUKU BANGSA PASEMAH BUKAN DARI GUNUNG DEMPO SAJA. RUMPUN SUKU BANGSA PASEMAH ITU KOMUNITAS BESAR (GUNUNG DEMPO, GUNUNG KABA, MUSI RAWAS, LUBUK LINGGAU, MUSI ULU, MUSI BANYU ASIN, EMPAT LAWANG, LAHAT MUARA ENIM, OGAN, SEMENDO, KAUR, REJANG / BENGKULU) DITAHUN 175M 7 ARMADA KAPAL PERANG KERAJAN KANISHA YANG DIPIMPIN ATUNG BUNGSU MENETAP DAN KAWIN DENGAN ORANG SUMSEL MENETAP DI PAGAR ALAM. SEBELUMNYA ANGKATAN LAUT KANISHA DENGAN PANGLIMANYA SERI NURUDDIN LEBIH DULU DATAN DI SUMSEL DENGAN MEMBAWA ARMADA KAPAL PERANG TAHUN 80 M. DAN KUBURANNYA DI MUARA LEMATANG DI SUNGAI MUSI DILAHAT BANYAK DITAMUKAN JUNG JUNG KAPAL RAKSASA DI MUSI BANYU ASIN BANYAK DITEMUKAN JUNG KAPAL

    DI BENGKULU JUGA BANYAK JUNG KAPAL KAPAL KUNO. KAMU PADANG SUMATERA BARAT MANA ADA. KENAPA KAMU DATANG DATANG NGAKU NGAKU ASAL SERIWIJAYA. ALAM GUNUNG MERAPI SUMATERA BARAT LEBIH SULIT LAGI TIDAK ADA SUNGAI BESAR. DI SEKITAR GUNUNG DEMPO BANYAK SUNGAI SUNGAI BESAR. SUNGAI MUSI SUNGAI LEMATANG SUNGAI OGAN KAMU SUMATERA BARAT DISEKITAR GUNUNG MERAPI MANA ADA SUNGAI BESAR.

    Minangel ~ yang benar saja putrasumsel@!!!!!!!!!!!
    Apakah mungkin di Tahun 170 masehi ada anak manusia yang bernama nuruddin? Bukankah nuruddin adalah nama Islam, dan Islam itu baru muncul di Tahun 571M?

    Terlihat sekali dongengnya!!!! Apakah mungkin argumentasi tolol seperti ini dapat dijadikan dasar bahwa sriwijaya adalah orang palembang? Hahahahahaaa …… palembang tolol!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    ::::::::::::::::::::::::::::::::::::

    • putra sumsel says:
    February 7, 2014 at 7:21 pm
    INIKAN MENURUT KAMU ORANG PADANG WIKI WIKI ITU

    Kerajaan Melayu
    Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
    Ini adalah versi yang telah diperiksa dari halaman initampilkan/sembunyikan detail

    Peta Ranah Melayu purba, berdasarkan teori yang diterima umum, pusat Kerajaan Malayu dikaitkan dengan situs Muaro Jambi, muara sungai Batanghari, Jambi, Sumatera. Tetapi berbagai negeri (kadatuan) Melayu lainnya pun bersemi sebelum ditaklukan Sriwijaya pada akhir abad ke-7 Masehi, seperti Kerajaan Langkasuka, PanPan dan Panai.

    Kerajaan Melayu atau dalam bahasa Tionghoa ditulis Ma-La-Yu (末羅瑜國) merupakan sebuah nama kerajaan yang berada di Pulau Sumatera. Dari bukti dan keterangan yang disimpulkan dari prasasti dan berita dari Cina, keberadaan kerajaan yang mengalami naik turun ini dapat di diketahui dimulai pada abad ke-7 yang berpusat di Minanga, pada abad ke-13 yang berpusat di Dharmasraya dan diawal abad ke 15 berpusat di Suruaso[1] atau Pagaruyung[2].

    Kerajaan ini berada di pulau Swarnadwipa atau Swarnabumi (Thai:Sovannophum) yang oleh para pendatang disebut sebagai pulau emas yang memiliki tambang emas, dan pada awalnya mempunyai kemampuan dalam mengontrol perdagangan di Selat Melaka sebelum direbut oleh Kerajaan Sriwijaya (Thai:Sevichai) pada tahun 682[3].

    JELAS MINANGATAMWAN / MELAYU JAMBI ITU DITAKLUKKAN DAN DIHANCURKAN OLEH SERIWIJAYA.

    SERIWIJAYA SUDAH ADA TAHUN 670M BUKAN TAHUN 683.
    DEMIALLAH KAMU TANGGUNG LAKNAT DUNIA AKHERAT PADANG.

    Minangel ~ memang benar bahwa melayu jambi atau minanga ditaklukkan oleh sriwijaya. Itu memang benar, tolol!!! Namun sekarang masalahnya adalah, bahwa sriwijaya itu adalah Kerajaan Minangkabau!!!!!!!!!! Hahahahaaa ….. Kerajaan sriwijaya merupakan Kerajaan Minangkabau karena didirikan oleh orang Minangkabau yaitu dapunta hyang yang berasal dari minanga, dan minanga itu ada di Sumatera tengah, dan Sumatera tengah itu pasti adalah Minangkabau. Hahahahahaaa …. hidup Minangkabau!!!!!! Matilah palembang!
    ::::::::::::::::::::::::::::::::::::

    putra sumsel says:
    February 8, 2014 at 12:03 am
    SANGSAYS ORANG PADANG MACM KALIAN BENAR BENAR KENA LAKNAT ALLAH DUNIA AKHERAT KACAU SEMUA ORANG PADAN ASAL PITNAH SAJA KAMU TANGGUNG AKIBATNYA DUNIA AKHERAT.

    KAMU OERANG PADANG KATAKAN SEBAGAI BERIKUT

    sang says:
    February 7, 2014 at 1:45 pm
    Menurut wikipedia, kerajaan minanga sudah ada thn 645M. SRIWIJAYA ADA THN 683M. Kemungkinan besar terjadi pemindahan ibukota dari ker.minanga ke palembang. Ditilik dari sudut strategis, memang palembang lebih strategis.

    Kala itu palembang ada dipinggir laut dihilir sungai musi. Sementara Wilayah sumatera tengah ramai dikunjungi dari berbagai sungai besar yaitu sungai batanghari, sungai kuantan, sungai siak dan sungai kampar karena pedalamannya banyak mengandung emas, kapur barus, gambir dll.

    Seandainya benar orang orang dari gunung dempo turun ke pinggir laut, dgn cara gimana dari orang gunung langsung punya angkatan laut kuat? Belum banyak punya pengalaman dilaut kenapa langsung jadi penguasa dilaut?

    Saya orangnya fleksibel, bisa menerima pendapat kalo ada argumen yang lebih kuat.
    TAPI ORANG PADANG JUGA MENGATAKAN SEBAGAI BERIKUT.

    Menurut tambo alam Minangkabau, Dapunta Hyang berasal dari lereng Gunung Merapi, yang kemudian melakukan migrasi bersama sejumlah penduduk setempat. Dengan mengaliri Sungai Kampar dari pedalaman Minangkabau, Dapunta Hyang beserta rombongannya tiba di bibir pantai Selat Malaka. Mereka terus melanjutkan perjalanan ke selatan hingga bertemu muara Sungai Musi. Dari sini mereka mencoba memudiki Sungai Musi dan berjumpa lereng Gunung Dempo. Dari lereng gunung inilah kemudian Dapunta Hyang beserta rombongannya membangun sebuah kedatuan yang berpusat di tepian Sungai Musi.

    Prasasti Kedukan Bukit
    Kisah perjalanan Dapunta Hyang dari tanah Minang, terukir jelas dalam Prasasti Kedukan Bukit. Prasati itu bercerita tentang rombongan Dapunta Hyang yang selamat melakukan perjalanan dan penyerangan dari Minanga, bersama serombongan pasukan yang melewati darat maupun laut. Hingga saat ini, penafsiran isi prasasti tersebut masih simpang siur. Poerbatjaraka berpendapat bahwa Minanga (atau Minanga Tamwan) merupakan hulu pertemuan dua sungai Kampar, yang berada di luhak Lima Puluh Koto. Dan Minanga Tamwan diprediksi sebagai asal usul nama Minangkabau. Sedangkan para ahli lainnya seperti George Coedes dan Slamet Muljana, justru berteori bahwa Minanga merupakan kerajaan taklukan Dapunta Hyang yang terletak di hulu Batanghari. E.S Ito dalam novelnya “Negara Kelima”, juga menyinggung mengenai migrasi Dapunta Hyang dari Minangkabau ke Palembang. Dikatakannya bahwa Dapunta Hyang telah menghiliri Sungai Batanghari sampai ke muara Jambi, dan kemudian melanjutkan perjalanannya dengan berjalan kaki hingga ke tepian Sungai Musi. Menurutnya Dapunta Hyang adalah salah seorang pembesar Minangkabau, yang ingin mengembalikan kejayaan imperium Atlantis.

    Putra Minangkabau lainnya yang duduk di tampuk kekuasaan adalah Kalagamet. Dia merupakan raja Majapahit kedua yang memerintah pada tahun 1309-1328. Kalagamet yang bergelar Sri Jayanagara, beribukan Dara Petak seorang permaisuri yang berasal dari Kerajaan Dharmasraya. Pada masa berkuasa, dia mengangkat saudara sepupunya yang juga keturunan Minangkabau, Adityawarman, sebagai duta untuk negeri Tiongkok. Adityawarman adalah putra Dara Jingga, permaisuri Dharmasraya lainnya yang bersuamikan Adwayawarman. Di masa pemerintahan Tribhuwana Tunggadewi, Adityawarman naik jabatan sebagai wreddhamantri atau perdana menteri kerajaan. Dalam posisi strategis itu, dia membangkang kepada Tribhuwana dan melecehkan Majapahit. Pada tahun 1347, dia pulang kampung ke Sumatra dan mendirikan Kerajaan Pagaruyung. Kerajaan ini merupakan penerus wangsa Mauli yang telah berkuasa di Sumatra selama hampir satu setengah abad. Pada abad ke-14, Kerajaan Pagaruyung memiliki daerah taklukan ke hampir seluruh wilayah Sumatra dan Semenanjung Malaysia. Kekuasaannya atas Nusantara barat, merupakan balance of power bagi Majapahit yang berkuasa di bagian tengah kepulauan..

    DEMIALLAH PITNAH AJA YANG KALIAN SEBAR DEMIALLAH TANGGUNG LAKNAT DARI ALLAH DUNIA AKHERAT KALIAN PENYEBAR OPINI SESAT,

    LAH KAMU ORANG PADANG MENGATAKAN DAPUNTAHYANG SERIJAYA NASA DARI GUNUMG MERAPI SUMATERA BARAT DARI PEGUNUNGAN SUMATERA BARAT,

    KAMI SEJAK SEMULA KATAKAN SERIWIJAYA ITU DARI RUMPAUN SUKU BANGSA PASEMAH BUKAN DARI GUNUNG DEMPO SAJA. RUMPUN SUKU BANGSA PASEMAH ITU KOMUNITAS BESAR (GUNUNG DEMPO, GUNUNG KABA, MUSI RAWAS, LUBUK LINGGAU, MUSI ULU, MUSI BANYU ASIN, EMPAT LAWANG, LAHAT MUARA ENIM, OGAN, SEMENDO, KAUR, REJANG / BENGKULU) DITAHUN 175M 7 ARMADA KAPAL PERANG KERAJAN KANISHA YANG DIPIMPIN ATUNG BUNGSU SANG PUTRA MAHKOTA KERAJAANKANISHA, KETURUNAN ISKANDAR ZUKKARNAIN/ ALEXANDER JHEGREAT. MENETAP DAN KAWIN DENGAN ORANG SUMSEL MENETAP DI PAGAR ALAM. SEBELUMNYA ANGKATAN LAUT KANISHA DENGAN PANGLIMANYA SERI NURUDDIN LEBIH DULU DATAN DI SUMSEL DENGAN MEMBAWA ARMADA KAPAL PERANG TAHUN 80 M. DAN KUBURANNYA DI MUARA LEMATANG DISUNGAI MUSI DARI DUA GENERASI INILAH JELAS RAJA LAUT SEMUA DAN MEMBAWA PERAHU SEMUA. DILAHAT BANYAK DITAMUKAN JUNG JUNG KAPAL RAKSASA DI MUSI BANYU ASIN BANYAK DITEMUKAN JUNG KAPAL

    DIBENGKULU JUGA BANYAK JUNG KAPAL KAPAL KUNO. KAMU PADANG SUMATERA BARAT MANA ADA. KENAPA KAMU DATANG DATANG NGAKU NGAKU ASAL SERIWIJAYA. ALAM GUNUNG MERAPI SUMATERA BARAT LEBIH SULIT LAGI TIDAK ADA SUNGAI BESAR. DISEKITAR GUNUNG DEMPO BANYAK SUNGAI SUNGAI BESAR. SUNGAI MUSI SUNGAI LEMATANG SUNGAI OGAN KAMU SUMATERA BARAT DISEKITAR GUNUNG MERAPI MANA ADA SUNGAI BESAR..

    MANA ADA JAYA NEGARA, ADITYA WARMAN, DARA PETAK, DARA JINGGA ORANG PADANG MEREKA ITU ORANG-ORANG KERAJAAN DHARMASRAYA DHARMASRAYA BERASAL DARI SERIWIJAYA SERIWIJAYA ITU BERADA DISUMSEL DAN BERASAL DARI SUMSEL JUGA. KAMU ITU PADANG SUDAH BERULANG ULANG DIKATAKAN RAJA RAJA KAMU ITU BERASAL DARI SUMSEL.

    Minangel ~ putrasumsel@!!!!! Jangan lancang menyatakan bahwa dharmasraya adalah Kerajaan palembang! Coba lihat bahwa Kerajaan dharmasraya kelak akan berubah menjadi Kerajaan pagaruyung. Itu berarti dharmasraya dan pagaruyung sama2 Kerajaan Minangkabau. Pun asal Kerajaan dharmasraya adalah minanga, dan minanga berada di Sumatera tengah, dan Sumatera tengah itu pastilah Minangkabau.

    Jangan gila! Jangan gilakkk kowe!!!!!!!!!!! Semua nya dibilang orang sumsel! Mana buktinya??????? Terlalu untuk menyatakan bahwa dharmasraya merupakan Kerajaan palembang GOMBALLLLLL!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! HAHAHAHAHAA HAHAHAHA ….
    ::::::::::::::::::::::::::::::::::::

    RAFLES ITULAH YANG BAJINGAN INGGRIS ITULAH YANG KEPARAT PENJAJAH KAMI MELAKUKAN PERLAWANAN DAN MEMBUNUH ORANG ORANG RAFLES. SEMUA PASUKKAN RAFLES DI BENGKULU ITU SEPULANG DARI BENGKULU MATI SEMUA TERMASUK RAFLES MATI KENA RACUN BUJANG BEGUYUR ORANG ORANG KAUR DAN PULAU BERINGIN MEREKA SEMUA MATI PERLAHAN LAHAN DIINGGIRS.

    KAMU INI ANTEK RAFLES ANTEK YAHUDI ANJING RAFLES ANJING PENJAJAH KAMU.

    SEJARAH KAMI RUMPUN SUKU BANGSA PASEMAH JELAS. SEBAGAI MELAYU TUA, SEBAGAI PEMILIK PERADABAN MEGALIT TERBESAR DIDUNIA, SEBAGAI KETURUNAN ATUNG BUNGSU PUTRA MAHKOTA KERAJAAN KANISHA KETURUNAN ISKANDAR ZULKARNAIN SEBAGAI YANG MELAHRKAN SERIWIJAYA, SEBAGAI PERIBUMI DI SUMATERA Selatan

    Minangel ~ bukan Inggris dan belanda yang anjing, namun justru besemah itulah yang anjing!!! Hahahahahaa …… bahkan orang Inggris dan banyak pelancong eropa yang menyanjung orang Minangkabau karena perangainya sangat baik dan Agung …..

    Belum ada satu artikel yang menyatakan bahwa orang besemah merupakan pendukunbg kebudayaan megalitikum di palembang. Jangan menghayal, monyet!!!! Dan seluruh ahli sepakat bahwa sejarah besemah adalah gelap. Terimalah sejarah itu!
    ::::::::::::::::::::::::::::::::::::

    ZAMAN SERIWIJAYA MINANG KABAW BELUM ADA PADANG BELUM ADA MASIH KOSONG. SUMSEL SUDAH RAMAI DIDAERAH ULUAN SUMSEL SUDAH ADA PERADABAN BESAR. SELURUH PERADABAN DUNIA ADA DISUMSEL HANCUR LEBUR KAMU PADANG NELAWAN SUMSEL.

    Minangel ~ harap kowe fahami dengan baik. Wikipedia ude menyebutkan bahwa pada abad 1 SM sudah ada Kerajaan kandis di Sumatera tengah. Itu artinya di ranah Minangkabau sudah ada Kerajaan pada abad 1 sebelum masehi. Jadi jauh sebelum ada sriwijaya, Kerajaan Minangkabau sudah lebih dulu bangkit yaitu dengan berdirinya Kerajaan kandis.

    Ini membuktikan bahwa Minangkabau jauh lebih unggul daripada palembang….
    ::::::::::::::::::::::::::::::::::::

    TERMASUK KAMU PADANG ITU DARI SERIWIJAYA JUGA ASSAL USUL RAJA KAMU ITU.

    Minangel ~ putrasumsel@ tambah gilakkkk kali yaaa??? Bukankah kemaren kowe bilang bahwa orang padang itu berasal dari Yahudi? Kok sekarang kowe terbalik!!!!! Hahahahahahaha ……
    ::::::::::::::::::::::::::::::::::::

    eh orang padang gila kamu melek dikit jangan cuman padang aja taunya bumi Allah ini luas bukan orang padang aja. B

    ini bukti aditya warman itu adalah Arya damar.

    Pada Prasasti Arya Kenuruhan maring Bali Dwipa disebutkan: “Sira Arya Damar Sire Juge Mebiseka Aditya Warman” (Reji 1984: 1/X55). Artinya: “Beliau Arya Damar juga Beliau bernama Aditya Warman”.

    aditya warman menaklukkan bali dengan membawa pasukkan 15.000 dari palembang sumsel.

    adityawarman menghancurkan padang dan menama kan padang itu pagarruyung karena orang padang pakai senjata dari ruyung / kayu nibung. adityawarman orang padang darimana dari hongkong.

    Minangel ~ putrasumsel@ kowe harus baca baik2. Adityawarman adalah anak dari seorang putri dari Kerajaan dharmasraya. Dan dharmasraya itu adalah Kerajaan Minangkabau. Jadi itu artinya adityawarman adalah orang Minangkabau. Maka dari itu kita melihat kehebatan prestasi dari si adityawarman ini …… maka dari itu juga diperoleh data bahwa seluruh Raja-Raja di Bali merupakan anak-anak orang Minangkabau karena mereka semua adalah anak dari putri Kerajaan dharmasraya …….

    Hahahahahahaaa …… hidup Minangkabau …..!!!!
    :::::::::::::::::::::::::::::::::::: ::::::::::::::::::::::::::::::::::::

    Bukti asal-usul seriwijaya dan dapunta itu jelas adalah
    1. Komunitas siapa yang paling besar sebelum tahun 683M yang mampu menghimpun pasukan dua laksa ( 200.000) ini komunitas raksasa tidak main main. Sekarangpun pasukkan sebanyak 200.000 itu adalah pasukkan raksasa apalagi ditahun 683M.

    2. Komunitas penduduk suatu tempat dapat dikethui dan dapat diukur berdasarkan peradaban yang ada ditempat itu. Peradaban siapa yang paling besar jauh sebelum 683M

    Minangel ~ putrasumsel@ ……. anjing kamu!!!! Dari mana kowe dapat angka 200.000???? dua laksa itu artinya 20.000, bukan 200.000.

    Dan ingat, pada masa 1 abad sebelum masehi, ranah Minangkabau sudah ada Kerajaan kandis. Itu menunjukkan bahwa di ranah Minangkabau sudah ada komunitas yang besar. Masuk akal kalau komunitas inilah yang menyerang dan menaklukkan Kerajaan sriwijaya.
    :::::::::::::::::::::::::::::::::::: ::::::::::::::::::::::::::::::::::::

    Bahasa prasasti seriwijaya adalah bahasa sumsel dan sanskerta. Bahasa sumsel dalam prasasti seriwijaya yang paling banyak digunakan adalah bahasa rumpun suku bangsa pasemah. Mungkin yang mirip dengan bahasa melayu rumpun suku bangsa pasemah adalah bahasa melayu riau seperti datang, naik suke cite marlepas dll. Tapi jangan lupa ada beberapa kata prasasti seriwijaya itu yang berbahasa komering. Rumpun suku bangsa pasemah yang paling dekat hubungan dengan komering baik secara tempat, bahasa, pisik. riau sangat jauh dengan komering. Mustahil dapuntahyang mengenal bahasa komering kalau dapunta dari riau.

    Dapuntahyang selalu mengatakan “ AKU” dalam prasastinya ini adalah asli bahasa rumpun suku bangsa pasemhah ( gunung dempo, gunung kaba, pagar alam, lahat, musi ulu/ musi rawas, musi banyu asin, empat lawang, muara enim, ogan, semendo, kaur, rejang/ melayu sumsel- bengkulu)

    Bahasa riau aku= saya/ saye
    Padang = ambo
    Jambi= sayo
    Komering= nyak
    Rumpun pasemah aku= aku

    Kalau dapunta orang padang dia akan mengatakan ambo.Kalau DH orang komering dia akan mengatakan nyak. Kalau DH orang riau dia akan mengatkan saya/ saye . Kalau DH orang jambi dia akan mengatakan sayo. Kalau DH orang rumpun pasemah dia mengatakan aku. Paktanya DH mengatakan aku.

    Minangel ~ sri mulyani itu adalah orang Indonesia. Sekarang dia bertugas di bank Dunia sebagai direktur pelaksana. Sekarang kowe liyat, apakah sri ini selalu membuat surat di dalam bahasa Indonesia?

    Tidak. Sri selalu buat surat di dalam bahasa Inggris. Mengapa? Karena dia tinggal di negara Barat. Dan kalau sri tinggal di Barat, bukan berarti sri mulyani adalah orang Barat. Dia tetap orang Indonesia, namun tinggal dan kerja di Barat.

    Seperti itulah DH.

  2. – – – – – – – – DELETED BY ADMIN – – – – – – – –

    nb. kata2 kasar yg tidak berdasar sama sekali.

    mohon maaf atas deletion ini.

    • masya’ Allah kenapa pada berantem dan beragumen masing-masing… uda mau dr mana pun kita ini tetap satu rumpun… jadi jangan cuma gara2 ini saja jadi permaslahan bahkan ingin mmbuat permusuhan satu sama lain.. stop ya dengan semua ini… ini kalian ekspost jdi perkataan kalian itu gak mencerminkan yang baik.

  3. Pendiri negara indonesia ada empat orang:
    1. Tan Malaka (minang)
    2. Moh. Hatta (minang)
    3. Sutan Syarir (minang)
    4. Soekarno (jawa/bali)
    Indonesia beribukota/pusat pemeritahannya jakarta bukan padang/bukittinggi, namun pendirinya 75 % orang minang. menurut saya masuk akal juga sriwijaya didirikan oleh orang minang dan pusat pemerintahanya di palembang/jambi

  4. Teori Profesor Benedictus Slamet Muljana tentang Prasasti Kedukan Bukit nggak usah dimasukin, beliau itu kan ahli sejarah kontroversial yang mencetuskan teori “Wali Songo itu keturunan Cina” gara-gara di klenteng Semarang ada 9 nama pemimpin Jawa yang diduga Wali Songo ditulis dengan nama Cina. Orang awam aja tau kalau beberapa Walisongo itu emang ada keturunan Campa (Kamboja) dan Arab, langsung mengklaim sepihak tampa telusur-telusur dulu keakuratan datanya.

  5. Jelas menurut saya sentimen etnis dan agama juga sering jadi dasar teori yang dicetuskan oleh beliau termasuk tentang kajiannya menyangkut asal-usul sriwijaya dalam Prasasti Kedukan Bukit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s