Sejarah Asal-Mula Nama Pagaruyung Bagian 02 dari 02

scrollVersi pertama, demikian seseorang yang berdarah Plbg (anggap saja bernama Mr. A) menuturkan,

Orang Padang tidak bisa membuat senjata / bukan ahli pembuat senjata. (Tapi) Orang-orang Suxxxa Selxxxn ahli membuat senjata besi / tukang pandai besi. Orang “Mer-xxxx-jat O-xxxxx-an I-xxx-ir” itu ahli pembuat senjata sebagai pemasok senjata Seriwijaya. Adityawarman menamakan Sumatera Barat itu Pagaruyung karena orang Sumatera Barat menggunakan senjata dari ruyung (kayu nibung), bukan dari senjata besi. Maka dengan mudah Adityawarman menaklukkan Sumatera Barat, dan menamakan wilayah itu Pagaruyung. ***

Versi kedua, demikian seseorang yang berdarah Plbg (anggap saja bernama Mr. B) menuturkan,

Alkisah tersebutlah dalam satu masa di Bukit Siguntang duduk memerintah seorang Raja bernama RAJA SULAN yang mempunyai dua putra, masing-masing bernama ALIM dan MUFTI. Alim menjadi sultan setelah ayahandanya wafat, sedangkan Mufti menjadi sultan di Gunung Meru / Gunung Dempo. Setelah Sultan Alim wafat ia digantikan oleh putra-nya tanpa melalui musyawarah dengan pamannya Sultan Mufti.

Karena itu Sultan Mufti bermaksud untuk menurunkan putera nya Sultan Alim dari kedudukannya sebagai Sultan di Bukit Siguntang. Mendengar cerita tersebut maka putra nya Sultan Alim beserta seluruh rakyat dan pasukannya meninggalkan Bukit Siguntang menuju INDRAGIRI. Mereka menetap di suatu daerah yang mereka pagari dengan ujung sebagai tempat pertahanan. Kemudian tempat tersebut bernama Pagaruyung (Padang, Sumatera Barat).

Setelah Sultan Mutfi wafat, ia digantikan oleh puteranya dengan pusat pemerintah di Lebar Daun bergelar DEMANG LEBAR DAUN hingga tujuh turun lebih. Demang Lebar Daun ini mempunyai seorang saudara kandung bergelar RAJA BUNGSU.

Kemudian Raja Bungsu tersebut hijrah ke tanah Jawa, di negeri Majapahit, bergelar Prabu Anom Wijaya atau Prabu Wijaya / BRAWIJAYA I / CAKRA DARA / SUAMI TRIBUWANA TUNGGA DEWI / MENANTU RADEN WIJAYA sampai tujuh turun pula.

Brawijaya IV / DAMAR WULAN memiliki putera bernama ARIA DAMAR atau ARIA DILAH dikirim ke tanah asal nenek moyangnya yaitu Plbg , ia dinikahkan dengan anak Demang Lebar Daun juga dan diangkat menjadi raja (1445-1486). Ia juga mendapat kiriman seorang putri Cina yang sedang hamil, yakni isteri BRAWIJAYA V / SAUDARA SEAYAH ARYA DAMAR yang diamanatkan kepadanya untuk mengasuh dan merawatnya, Sang puteri ini melahirkan seorang putra yang diberi nama RADEN FATAH atau bergelar Panembahan Plbg , yang kemudian menjadi raja pertama di Demak.

ARYA DAMAR DENGAN MANTAN ISTRI SAUDARANYA INI JUGA PUNYA ANAK BERNAMA RADEN HUSEN. ARTINYA RADEN HUSEN ADALAH ADIK RADEN FATAH DAN ARYA DAMAR ADALAH PAMAN RADEN FATA.

Adapun parameswara pangeran Plbg penguasa malaka itu adalah sebagai berikut: prameswara bin raden sotor bin rana menggala bin cakra dara bin sultan mufti bin raja sulan bukit seguntang Plbg .

Jadi benar kalau prameswara menyebut dirinya pangeran Plbg, karena leluhurnya memang orang Plbg. ***

Versi ketiga.

Paragraf berikut didapat dari sebuah blogsite yang membahas asal-mula nama Pagaruyung, demikian:

Pada tahun 1343 Adityawarman meninggalkan Majapahit pergi ke Sumatera, kembali ke daerah asal ibu dan kakeknya. Dia bermaksud mendirikan kerajaan baru di Minangkabau. Pada masa itu di Ranah Minang telah ada nagari-nagari serta dua tokoh terkemuka: Datuk Ketumanggungan dan Datuk Perpatih Nan Sabatang.

Rencana Adityawarman mendirikan negara disetujui kedua Datuk yang memang berniat mempersatukan nagari-nagari. Hanya saja Datuk yang berdua itu berbeda pendapat mengenai bentuk negara. Datuk Ketumanggungan menyetujui Adityawarman yang ingin negara Kerajaan (dikepalai seorang Raja), sedangkan Datuk Perpatih Nan Sabatang menginginkan negara federasi yang dikelola badan perwakilan penghulu-penghulu nagari. Polarisasi pendapat ini diabadikan dalam ungkapan yang populer di kalangan masyarakat Minangkabau sampai sekarang:

anggang datang dari lauik

ditembak datuak nan baduo

badia sadatuih duo dantamnyo

Maka Adityawarman dan Datuk Ketumanggungan saja yang mendirikan Kerajaan pada tahun 1350. Kerajaan tersebut diberi nama Pagaruyung (paga = pagar; ruyung = kekuasaan, kekuatan). ***

http://saliwanovanadiputra.blogspot.com/2012/02/Adityawarman -dan-Pagaruyung.html?m=1

Minangel –

Mari kita bahas satu persatu versi yang kita peroleh dari belantara internet.

Versi pertama, yang dikemukakan oleh orang Plbg, menyebutkan bahwa kata Pagaruyung berasal dari kata ruyung alias kayu nibung, yang digunakan orang Minang kala itu untuk membuat senjata, dikarenakan orang Minang tidak dapat membuat senjata dari besi, itu karena yang bisa membuat senjata dari besi hanya orang Plbg saja (itu kata si orang Plbg ini, Mr. A).

Tampaknya ungkapan Mr. A ini hanya bernada ‘mengecilkan dan menghina’ orang Minang, dan sekaligus ingin menunjukkan keunggulan suku Plbg. Terlihat dari kata-katanya, bahwa orang Plbg, atau orang Mer-xxx-jat, dapat membuat senjata dari besi, sementara orang Minang hanya bisa membuat senjata dari kayu nibung.

Pun pada frase berikutnya, Mr. A menulis, bahwa karena orang Minang hanya bisa bersenjata ruyung, maka Adityawarman dengan mudah dapat ‘menaklukkan’ Sumatera Barat. Di dalam asumsi Mr. A yang Plbg ini, Adityawarman adalah orang asli Plbg. Dengan kata lain, Adityawarman menaklukkan Sumatera Barat sebagai bentuk superioritas Plbg atas suku Minang.

Apakah kisah Mr. A ini dapat diandalkan untuk mengetahui asal-mula penamaan Pagaruyung? Sebenarnya tidaklah demikian.

Justru yang mengemuka dari paparan Mr. A ini adalah adanya kebencian dan penghinaan suku Plbg atas suku Minang. Tampaknya kebencian dan penghinaan itu berawal dari sebuah sentimen ke-Plbg-an, yaitu sengketa pendiri Kerajaan Sriwijaya. Dikarenakan Prasasti Kedukan Bukit menulis bahwa pendiri Kerajaan Sriwijaya yaitu Dapuntahyang berasal dari Minanga, maka dapat dikatakan bahwa Dapuntahyang adalah putra Minang, bukan putra Plbg. Ini berarti Kerajaan Sriwijaya adalah Kerajaan milik bangsa Minang, bukan milik suku Plbg (atau suku Be-xxxx-ah, suku kebanggaan Plbg). Sementara itu, orang Plbg terlanjur berbesar hati, bahwa Dapuntahyang adalah orang Plbg, karena Kerajaannya yaitu Sriwijaya bertapak di Plbg.

Nah ketika banyak orang Minang mengklaim bahwa Sriwijaya merupakan Kerajaan milik bangsa Minang, karena pendirinya berasal dari Minanga, seperti yang tertulis pada Prasasti Kedukan Bukit, maka bangkitlah sentimen orang Plbg terhadap suku Minang. Salah satu bentuknya adalah, paragraf ini.

Untuk lebih jelas mengenai bangsa yang mendirikan Kerajaan Sriwijaya, silahkan baca artikel ini, https://Minangel.wordpress.com/2013/05/28/borobudur-adalah-warisan-Minangkabau/

Mr. A ini menulis, bahwa Adityawarman yang orang Plbg ini, pergi bertempur untuk menaklukkan Minangkabau, dan akhirnya Minangkabau ini berhasil ditaklukkan dengan mudah oleh Adityawarman, sehingga dijadikan taklukan bangsa Plbg ….

Penting untuk diketahui, bahwa tidak ada satu pun jurnal sejarah yang menyatakan bahwa Adityawarman merupakan orang Plbg, dan menaklukkan Minangkabau, sebagai bentuk keunggulan suku Plbg atas Minangkabau, dan sebagai bukti bahwa suku Minangkabau merupakan suku pecundang ….

Justru banyak jurnal sejarah yang menyatakan, bahwa Adityawarman, yang merupakan tokoh penting di dalam Kerajaan Majapahit, ditugaskan oleh Maharaja Majapahit untuk sebuah misi yaitu menaklukkan Bali dan Plbg. Banyak jurnal yang menulis bahwa misi tersebut berhasil dengan baik.

Jadi, bukannya Minangkabau yang ditaklukkan oleh Adityawarman yang ‘berdarah’ Plbg ini, melainkan kebalikannya, yaitu justru Plbg lah yang ditaklukkan oleh Adityawarman yang ‘berdarah’ Minangkabau Jawa.

Kesimpulannya, versi ini tidak dapat dijadikan acuan untuk memastikan asal nama Pagaruyung, dikarenakan versi ini dipenuhi kejanggalan.

Demikian ulasan untuk versi pertama.

Versi kedua, Mr. B menyebutkan bahwa asal nama Pagaruyung didapat dari perbuatan putra-nya Sultan Alim (son of Sultan Alim’s) yang bermukim di negeri Indragiri (di Sumatera Barat), dan memagari tempat tersebut dengan ujung sebagai bentuk pertahanan. Maka dari itu tempat tersebut dinamakan Pagaruyung.

Benarkah demikian?

Lagi-lagi, kisah pada versi kedua ini seutuhnya adalah Plbg-sentris. Menurut perspektif kisah ini, negeri Pagaruyung merupakan perluasan dari para penguasa Plbg, untuk menunjukkan marwah suku Plbg atas suku Minang.

Yang harus diperhatikan di sini adalah, disebutkannya tokoh bernama Sultan Mufti dan Sultan Alim, penguasa Bukit Siguntang. Penting untuk diketahui bahwa sejatinya pada masa tersebut Islam belumlah masuk ke pedalaman Sumatera. Namun tiba-tiba versi Plbg-sentris ini menyebutkan adanya penguasa Bukit Seguntang yang namanya bernuansa Islami, yaitu Sultan Alim dan Sultan Mufti.

Harus jujur diakui, bahwa versi ini dengan sendirinya tidak dapat diterima akal sehat, mengingat terdapatnya kejanggalan, yaitu adanya tokoh yang bernama Islami, sementara faktanya Islam itu sendiri belum masuk ke pedalaman Sumatera.

Kalau pada versi ini ada bagian yang ‘rusak’, maka rusaklah keseluruhan bagian dari versi tersebut. Artinya, bagian yang menyebutkan bahwa nama Pagaruyung berasal dari perluasan wilayah pembesar suku Plbg, tidak dapat diterima.

Pun kemudian ada lanjutannya. Pada bagian terakhir, Mr. B menyebutkan silsilah Parameswara sampai kepada Sultan Mufti. Ini sebenarnya luar biasa.

Bagaimana mungkin ada seorang manusia pada jaman sekarang ini yang dapat dengan lengkap menyebut silsilah suatu tokoh fenomenal? Lembaga keilmuan saja seperti Wikipedia, mau pun LIPI, tidak pernah merilis silsilah Parameswara, dan kini tiba-tiba Mr. B yang Plbg ini dapat menyajikan silsilah Parameswara dengan lengkap.

Kalau pada suatu sajian terdapat bagian yang rusak, maka rusaklah keseluruhan sajian tersebut. Hukum ini juga berlaku untuk versi kedua ini. Karena ada bagian yang rusak, yaitu janggal, karena disebutkan silsilah Parameswara secara lengkap, maka rusak jugalah keseluruhan bagian versi ini, yang menyatakan bahwa nama Pagaruyung berasal dari perluasan penguasa Plbg (Bukit Siguntang).

Maka kesimpulannya, penamaan Pagaruyung berdasarkan Plbg-sentris ini tidak dapat diterima.

Versi ketiga.

Pada versi ketiga ini, penulis mengajukan kisah bahwa penamaan Pagaruyung justru berasal dari Adityawarman sendiri sebagai pendiri Kerajaan Pagaruyung, di mana paga berarti pagar, dan ruyung berarti kekuasaan atau kekuatan.

Benarkah demikian?

Sama diketahui bahwa sekarang ini belum dijumpai sisa (peninggalan) sejarah yang merupakan bukti bahwa Adityawarman sendirilah yang memberi nama Pagaruyung kepada Kerajaannya. Justru kebalikannya, kebanyakan jurnal sejarah menyatakan bahwa kisah penamaan Pagaruyung sampai sekarang masih belum diketahui. Dan kalau tiba-tiba sekarang terdapat situs internet yang menyatakan bahwa Adityawarman sendirilah yang menamakan Kerajaannya dengan Pagaruyung, maka itu sebenarnya sangat tidak meyakinkan …..

Logikanya, kalau memang benar Adityawarman yang menamakan Kerajaannya dengan nama Pagaruyung, maka mengapa Raja ini tidak mencatatkan peristiwa penamaan tersebut di dalam prasasti-prasastinya? Sejarah melihat bahwa Adityawarman banyak sekali meninggalkan prasasti.

Hal lain yang patut untuk diperhatikan adalah, mengenai tokoh Datuk Ketumanggungan dan Datuk Perpatih Nan Sabatang ini, yang dilibatkan di dalam versi ketiga ini. Di dalam satu situs sejarah Minang, disebutkan bahwa kedua tokoh kharismatik ini hidup pada masa Kerajaan Kandis di seputaran Riau. Ditulis bahwa Kerajaan Kandis ini berdiri pada abad pertama Sebelum Masehi (SM). Sementara versi ketiga ini menulis bahwa Adityawarman medapat persetujuan dari kedua Datuk ini untuk mendirikan negara Minang, yang berarti kedua Datuk ini hidup pada tahun 1300-an.

Alhasil, terdapat selisih 1400 tahun antara kedua Datuk pada jaman Kerajaan Kandis dengan kedua Datuk pada jaman Majapahit. Mana yang benar?

Menyatakan bahwa di dalam sejarah Minangkabau terdapat dua Datuk yang sama (Datuk Ketumanggungan dan Datuk Perpatih nan Sabatang) pada abad pertama SM dan pada tahun 1300an, jelas merupakan suatu hal yang tidak masuk akal.

Singkat kata, versi ketiga ini mempunyai dua kejanggalan.

Pertama, disebutkan bahwa Adityawarman sendirilah yang menamakan Kerajaannya dengan nama Pagaruyung. Letak kejanggalannya adalah, kalau memang benar Adityawarman yang menamakan demikian, maka mengapa Raja ini tidak mencatatkannya pada prasastinya? Penting untuk diingat, bahwa kata Pagaruyung tidak pernah muncul pada masa Adityawarman ini.

Kedua, disebutkan bahwa Adityawarman mendapat persetujuan dari dua Datuk kharismatik di tanah Minang, yaitu Datuk Katumanggungan dan Datuk Perpatih nan Sabatang, yang mana ini berarti dua Datuk kharismatik tersebut hidup pada tahun 1300an. Jurnal sejarah lain telah menulis, bahwa dua Datuk kharismatik ini hidup pada masa Kerajaan Kandis, yaitu pada masa abad pertama sebelum masehi. Di sinilah letak kejanggalannya.

Kata akhir untuk versi ketiga ini adalah, bahwa tentunya penamaan Kerajaan Pagaruyung ini tidak dapat diterima, karena tidak bersesuaian dengan logika dan alur sejarah.

Penutup.

  1. Dari ketiga versi yang dipaparan di atas, tidak ada satu pun yang bonafid untuk dijadikan pegangan bagi warga sejarah khususnya, dan orang Indonesia pada umumnya, untuk mengetahui sejarah penamaan Kerajaan Pagaruyung ini.
  2. Yang menyedihkan adalah versi pertama dan versi kedua sangat berbau sentimen dan kebencian dari saudara sesama bangsa Indonesia yaitu suku Plbg, yang mana kedua versi tersebut penuh tendensi balas-dendam dan pengecilan suku Plbg atas suku Minang. Itu pun juga tidak sesuai dengan alur sejarah, dan juga fakta sejarah.
  3. Minangel, sebagai blogsite berbasis Minang ini, berharap dengan diturunkannya artikel ini, semakin memicu dan memacu banyak pihak untuk menggali lebih dalam lagi sejarah penamaan Pagaruyung ini. Pihak Minangel membuka seluruh thread-nya untuk berdialog dengan pihak mana pun supaya dapat ditemukan klarifikasi demi klarifikasi segala hal yang berkaitan dengan penamaan Pagaruyung ini.

Wallahu a’lam bishawab.

Baca Selanjutnya Sejarah Asal Mula Nama Pagaruyung Bagian 01 Dari 02

One thought on “Sejarah Asal-Mula Nama Pagaruyung Bagian 02 dari 02

  1. ini lah Nama Pagaruyung Yang Paling Akurat menurut Sejarah NYA,,, Nama Pagaruyung itu Sendiri Berasal Dari Keraja’an Aditiyawarman Pertama Kali Di Siguntur Dharmasraya. Yg Pada Mula nya Pada Kerajaan itu ialah Berhulu Di Pinggiran Sungai Batang Hari yg Bernama Keraja’an Siguntur Sekarang,,, Pada Dahulu nya Para Perperngan Antara Keraja’an Jambi dan Keraja’an Palembang Pernah Melakukan Perperangan Dngan Keraja’an Siguntur Adityawarman,, Maka Raja” Dari Jambi dan Palembang Menempuh Perjalan Menaiki Hulu Sungai Batang Hari Dari Jambi,, Maka Balatentara Dari Jambi dan Palembang ingin Menyerang Keraja’an Adityawarman,, terlebih Dahulu Raja Siguntur yaitu yg Bernama Raja Adityawarman Memagar Sungai Batang Hari Dengan Ruyung Agar Smua Bala Tentara Raja Dri Jambi dan Palembang tdak Bisa melewati Perjalanan nya ke Atas Sampai ke Kekerajaan adityawarman,, Seketika itu Raja dri jambi juga Mengharak Seluruh Buaya untuk Melakukan Penyerangan karna Kehebatan ilmu Raja dri Jambi,, Dan Karna Kehebatan ilmu Dari Raja Adityawarman Dia Terlebih Dahulu Membentengi Keraja’an nya atau di PAGAR dengan RUYUNG,,terjadi Pertempuran yg Hebat di Daerah yg di Bentengi Dengan Ruyung itu,, Hingga itu Nama Itu sangat Sakral ketika Masa Keraja’an tersebut,, ketika Keraja’an Berpindah Ke Batu Sangkar maka Beliau Raja Adityawarman Masih Membawa Nama Pagaruyung itu Ke Batungsangkar,, karna Daerah Jajahan yg Baru Di Batu Sangkar Memperluas Kerajaan nya disana Maka Beliau Raja Adityawarman Mencari Nama untuk Daerah Keraja’an baru nya,, Karna Mengingat Nama yg Sakral dimasa itu di Kerja’an Siguntur nya Pagaruyung Tempat Pertempuran Hebat tdi,, maka Memberi Nama Kerja’an Ke 2 nya di Batu Sangkar Dengan Nama PAGARUYUNG,,Cuma Sedemikian Cirata yg Saya Dapat Dari Petuah Masyarakat yg Sudah Tua dri Pribumi Asli Tmpat Keraja’an Adityawarman Pertamakali di Siguntur Dharmasraya,, Smoga Bermanfaat,,Salammmm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s