Keris Indonesia Adalah Berasal Dari Minangkabau

kerisawalKeris adalah budaya khas Indonesia, dan merupakan kebudayaan Indonesia asli yang sangat membanggakan. Keris sangat diagungkan di Indonesia, khususnya Indonesia bagian barat dan bagian tengah, bahkan juga diagungkan di Filiphina, Brunei dan Thailand. Dan jelas sekali, semua keris yang tersebar di Asia Tenggara tersebut, pastilah berasal dari Indonesia. Majapahit dianggap sebagai kekuatan yang menyebarkan tradisi keris ini ke seluruh Asia Tenggara.

Lembaga PBB telah mentahbiskan keris Indonesia sebagai warisan budaya yang harus dijaga. Ini berarti keberadaan keris sudah diapresiasi oleh dunia, dan menilainya sebagai suatu mahakarya yang agung di dunia, yang berasal dari Indonesia.

Sungguh pun demikian, para ahli sampai sekarang belum sampai pada kesepakatan mengenai asal mula keris ini, karena ketiadaan sumber sejarah mengenai hal ini. Para ahli hanya dapat menduga-duga mengenai asal mula keris ini, dan itu pun tidak memuaskan. Dari berbagai pages di internet mengenai sejarah dan asal mula keris Indonesia ini, tidak ada satu pun yang dapat mengemukakan asal mula keris.

Blogsite Minangel mempunyai pandangan lain mengenai asal mula keris di Indonesia ini, karena menurut hemat Minangel, terdapat satu sumber ilmiah yang dapat dijadikan argumentasi mengenai asal mula keris.

Artikel wikipedia mengenai Kerajaan Kandis, pada salah satu paragrafnya tertulis kalimat,

“ ………… Maharaja Diraja, pendiri kerajaan ini, sesampainya di Bukit Bakau membangun istana yang megah yang dinamakan Istana Dhamna. Putra nya Maharaja Diraja bernama Darmaswara bergelar Mangkuto Maharaja Diraja (Putra Mahkota Maharaja Diraja) dan gelar lainnya adalah Datuk Rajo Tunggal (lebih akrab dipanggil).

Datuk Rajo Tunggal memiliki senjata kebesaran yaitu keris berhulu kepala burung garuda yang sampai saat ini masih dipegang oleh Danial gelar Datuk Mangkuto Maharajo Dirajo. Datuk Rajo Tunggal menikah dengan putri yang bernama Bunda Pertiwi. Bunda Pertiwi bersaudara dengan Bunda Darah Putih. Bunda Darah Putih yang tua dan Bunda Pertiwi yang bungsu ……”, demikian wikipedia.

Menurut paparan wikipedia ini, pada abad pertama Sebelum Masehi telah berdiri Kerajaan Kandis di seputar Kuantan, Riau. Dilihat dari nama tokoh-tokoh Kerajaan ini dan hal lainnya, dapat dipastikan bahwa Kerajaan ini merupakan Kerajaan berdarah Minangkabau (untuk lebih lanjut mengenai status keminangan dari Kerajaan ini, silahkan baca artikel “Kerajaan Minangkabau Adalah Kerajaan Pertama NKRI”).

Lebih lanjut, wikipedia menulis bahwa sang raja dari Kerajaan Kandis mempunyai senjata kebesaran berupa keris yang berhulu kepala burung garuda. Ini menunjukkan, bahwa pada abad pertama sebelum Masehi, orang Minangkabau sudah mengenal dan menciptakan keris, dan memperlakukan keris sebagai sesuatu yang sangat ber-estetika (agung dan megah).

Kisah / paparan ini mengandung makna bahwa keris yang merupakan pusaka Indonesia sebenarnya berasal dari Minangkabau, terlihat dari kepemilikan raja dari Kerajaan Kandis ini atas keris, dan lengkap dengan perlakuan agung sang raja atas keris tersebut sebagai senjata kebesaran. Dengan demikian berarti keris sebagai pusaka Indonesia sudah tercipta di Minangkabau pada abad pertama sebelum Masehi.

Kalau disepakati bahwa tidak ada kerajaan lain yang mendahului eksistensi Kerajaan Kandis ini, maka praktis ini berarti bahwa keris pertama kali dikenal dan diciptakan oleh masyarakat Minangkabau. Dan dari Minangkabau inilah kemudian tradisi keris ini diadopsi oleh masyarakat lain di Indonesia bahkan Asia Tenggara.

Pada tahun 640an telah berdiri Kerajaan Minanga di Sumatera Tengah, yang mana Kerajaan ini juga merupakan Kerajaan Minangkabau (karena minimal bertapak di Sumatera Tengah, Minangkabau juga bertapak di Sumatera Tengah). Maka sudah pasti Kerajaan ini meneruskan tradisi keris yang telah dimulai oleh Kerajaan Kandis. Kemudian tidak lama, yaitu pada tahun 680-an berdiri Kerajaan Sriwijaya yang juga merupakan Kerajaan bersuku Minangkabau (baca Borobudur Adalah Warisan Minangkabau). Maka pastilah tradisi keris ini juga dipelihara, diteruskan dan dikembangkan oleh Kerajaan Sriwijaya.

Sejarah mencatat bahwa bangsawan Kerajaan Sriwijaya mendirikan kerajaan lain di tanah Jawa, seperti Kerajaan Mataram Kuno (yang kelak membangun Candi Borobudur, untuk lebih lanjut mengenai hubungan Borobudur dengan Minangkabau, baca Rumahgadang Minangkabau Dalam Relief Borobudur). Dengan demikian sudah dapat dipastikan bahwa Kerajaan Mataram Kuno ini juga melanjutkan dan mengembangkan tradisi keris ini di tanah Jawa, yang langkah awalnya dilakukan oleh Raja Minangkabau di Kerajaan Kandis pada abad pertama sebelum Masehi. Maka jadilah keris menyebar ke seluruh Nusantara dengan seluruh kemegahan dan keagungannya, seperti yang kita jiwai sekarang ini.

runutkeris

Keris Minangkabau dan Relief Candi Borobudur.

Candi Borobudur adalah Candi terbesar di dunia, yang merupakan Candi Buddha dan terletak di Jawa. Melalui beberapa penelaahan yang dapat dipertanggungjawabkan, dapat disimpulkan bahwa Candi Borobudur ini merupakan mahakarya masyarakat Minangkabau. Dengan kata lain, masyarakat Minangkabau adalah pemilik sah atas Candi Borobudur. Untuk lebih jauh mengenai hal ini, silahkan dibaca:

Kedua artikel tersebut dapat memberi pemahaman bahwa Candi Borobudur merupakan Candi peninggalan masyarakat Minangkabau, karena hal tersebut disokong oleh bukti dan argumentasi yang kuat dan ilmiah.

Berikutnya, patut juga untuk dipaparkan di sini bahwa pada relief Candi Buddha terbesar ini terdapat lukisan yang menggambarkan senjata keris. Tentunya hal tersebut bukanlah suatu kebetulan. Hal ini memberi satu bukti tambahan, bahwa keris memang berasal dan hasil olah-fikir masyarakat Minangkabau. Kalau Candi Borobudur merupakan hasil karya masyarakat Minangkabau, maka mau-tidak-mau panel relief yang menggambarkan keris juga berarti milik dan hasil kreativitas masyarakat Minangkabau.

Logikanya saja, kalau keris bukan hasil intelektual masyarakat Minangkabau –melainkan milik bangsa lain, maka mengapa masyarakat Minangkabau (yang membangun Candi Borobudur tersebut) melukiskan keris pada salah satu relief Candi Borobudur-nya?

Borobudur_Keris

Citra keris awal di Lembah Besemah

Terdapat suatu paragraf pada suatu situs yang menyatakan bahwa bentuk awal keris sebenarnya sudah ditemukan di Lembah Besemah, Sumatera Selatan. Demikian tulis paragraf tersebut,

** Sejarah mengenai pemakaian keris telah ada sejak zaman dahulu kala. Itu bisa diperkirakan dari prasasti-prasasti ataupun kitab serta pahatan arca di candi peninggalan Kerajaaan Hindu-Buddha Indonesia zaman dahulu. Yang paling menyerupai keris adalah peninggalan megalitikum dari lembah Basemah Lahat, Sumatera Selatan dari abad 10-5 SM yang menggambarkan kesatria sedang menunggang gajah dengan membawa senjata tikam (belati) sejenis dengan keris, hanya saja kecondongan bilah bukan terhadap ganja melainkan mempunyai kecondongan (derajat kemiringan) terhadap hulunya.

Selain itu satu panel relief Candi Borobudur (abad ke-9)  memperlihatkan seseorang memegang benda serupa keris tetapi belum memiliki derajat kecondongan -dan hulu / dedernya masih menyatu dengan bilah. **

Sumber, http://berbagaisejarahdidunia.blogspot.co.id/2013/03/sejarah-keris-indonesia.html?m=1

Paragraf ini mengetengahkan adanya suatu penemuan yang terdapat di Lembah Besemah yang berasal dari abad 10 – 5 SM yang melukiskan citra sesuatu yang ‘menyerupai’ keris. Apakah penemuan ini dapat dijadikan klaim atau bukti, bahwa keris berasal dari Lembah Besemah?

Kalau sejak awal diutarakan bahwa klaim permulaan keris terdapat pada Kerajaan Kandis (Kerajaan Minangkabau) yang berangka abad pertama sebelum Masehi, maka tentunya penemuan di Lembah Besemah mengenai keris ini adalah jauh lebih awal, yaitu abad 10 – 5 SM, yang mana ini berarti klaim permulaan keris justru terdapat di Lembah Besemah.

Minangel mempunyai pandangan lain. Apa yang ditemukan di Lembah Besemah, yang berasal dari abad 10 – 5 SM, sebenarnya tidak dapat dijadikan dasar awal perkerisan Indonesia, karena apa yang diperlihatkan pada Lembah Besemah tersebut adalah sesuatu hal ‘yang menyerupai keris’. Menyerupai keris, bukanlah keris itu sendiri. Dan pada dasarnya, senjata genggam apa pun yang ada di tengah masyarakat dapat saja diklaim sebagai awal keris, atau menyerupai keris, namun tetap pada akhirnya hal tersebut tidak dapat diperkatakan sebagai keris itu sendiri.

Di lain pihak, paparan yang disajikan wikipedia mengenai Kerajaan Kandis, jelas-jelas menuliskan kata keris (bukan ‘menyerupai’ keris), yang merupakan senjata kebesaran penguasa Kerajaan Kandis. Maka dari itu klaim asal mula keris hanya dapat diberikan kepada Kerajaan Kandis yang merupakan kerajaan Minangkabau.

Penutup.

Bukti-bukti sudah cukup memuaskan, bahwa senjata genggam yang berupa keris, yang merupakan mahakarya agung bangsa Indonesia, sebenarnya berasal dan mempunyai rahim pada masyarakat Minangkabau, tepatnya pada abad pertama sebelum Masehi, yaitu pada masa berdirinya Kerajaan Kandis di Kuantan. Sama halnya dengan kerambit yang merupakan senjata mendunia yang berasal dari masyarakat Minangkabau, maka keris (atau karih, di dalam bahasa Minangkabau) juga berasal dari masyarakat Minangkabau.

Wallahu a’lam bishawab.

11 thoughts on “Keris Indonesia Adalah Berasal Dari Minangkabau

    • orang minang ni dah keterlaluan. menganggap semua dari minang. cukup belanda saja yang membodohi sejarah. jangan pula sejarawan minang ikut ikutan

      Minangel – tapi bukankah artikel / pendapat saya ini mempunyai landasan teori nya, bukan??? saya yakin saya tidak sembarang membuat pendapat. atau sdr merasa cemburu??? kalau ingin membantah, silahkan sdr membantahnyha dg dasar argumentasi yg ilmiah juga.

      terima kasih.

    • BOROBUDUR ADALAH WARISAN DUNIA BUKAN MILIK SALAH SATU SUKU TERTENTU🙂 <<< BACA BAIK_BAIK PAHAMI RENUNGKAN TANAM DALAM ALAM BAWAH SADAR!

  1. Terima kasih atas blog yang sangat memberikan pengetahuan sejarah dengan sangat menarik.

    Namun izinkan saya sebagai awam ini memberi sedikit feedback dan ulasan mengenai artikel Bapak.

    Saya melihat bahwa artikel Bapak bersumber dari Wikipedia.

    Yang pertama mengenai Kerajaan Kandis.
    https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Kandis
    Bapak menyimpulkan bahwa Kerajaan Kandis yang terletak di Riau memiliki raja yang berdarah minang karena dijuluki nama datuk pada datuk Rajo. Di artikel Wikipedia nama asli datuk Rajo yaitu Darmaswara, DatukRajo hanyalah salah satu julukan beliau. kalau saya pribadi belum begitu yakin kalau beliau merupakan orang minang hanya karena nama julukannya. Saya rasa Bapak belum bisa memastikan bahwa beliau adalah turunan minang. Anda pula menyimpulkan oleh karena Raja Kerajaan yang terletak di Riau yang memiliki salah satu julukan Datuk Rajo memiliki sebuah keris yang belum diketahui siapa pembuatnya, siapa yang memberikannya, dan sejak tahun berapa ia memilikinya, Bapak menyimpulkan “Kalau disepakati bahwa tidak ada kerajaan lain yang mendahului eksistensi Kerajaan Kandis ini, maka praktis ini berarti bahwa keris pertama kali dikenal dan diciptakan oleh masyarakat Minangkabau. Dan dari Minangkabau inilah kemudian tradisi keris ini diadopsi oleh masyarakat lain di Indonesia bahkan Asia Tenggara.”

    Begitu menurut saya yang masih belajar Pak.

    Minangel,
    terima kasih atas masukan dan peranserta nya dalam thread ini.

    ada dua hal (lagi) yg membuat saya yakin bhw kerajaan kandis merupakan kerajaan minangkabau, yaitu:
    @ kerajaan kandis memang secara propinsi terletak di riau. namun bukankah kampar itu berdekatan dg lebensraum minangkabau yaitu sumbar? tentu kita ingat bhw pada masa itu belum ada pembagian provinsi spt pemetaan nkri ini. maka dari itu tidak salah kalo datukrajo bertapak di kampar.

    @ sejarah menulis bhw pembesar dari kerajaan kandis ini pada akhirnya berdiam di lereng gunung merapi, yaitu datuk perpatih dan datuk temenggung. bukankah ini berarti kedua tokoh ini adalah orang minangkabau?

    demikian tanggapan saya, sdr farhan ….

    • Karena menurutku anda hanya menduga Datuk Rajo merupakan orang Minangkabau, tapi anda langsung menyimpulkan bahwa keris pertama kali diciptakan oleh Masyarakat Minangkabau, saya belum mengerti pak, apa bisa Bapak menjelaskan?

      Minangel,
      menurut saya, paparan saya ini sudah begtu mudah utk difahami. terima kasih.

    • Saya sudah cukup puas pula membaca ulasan kalian berdua..asal kalian tau..adat basandi sarak basandi kitabbullah..klo mau debat trus asal kalian sama semua..dri kitab syeh saidina arab. keponakan dari datuak perpatih nan sabatang..dikisahkan zaman nabi nuh
      Kiamat nabi nuh manusia bersisa di dunia lebih kurang 80 orang teramsuk nabi nuh. dkl kapal nuh masih berlayar .3 orang bersaudara anak dari saudara nuh ini sepakat saat berlabuh nanti. akan berpisah merantau. yg satu ke daerah bisin.. atau disebut cina membawa kotak kayu pertukangan .yg satu ke eropa bawa besi sebatang, yang satu bawa tikar menuju sesuai pepatah gunung merapi segadang telor itik pedmn kalo arah dari laut ya gunung tempat berlabuh sebab orang luar gak ada lewat darat. singkat cerita sebelum dahulu kala sebelum masih masehi keponakan nabi nuh udah ada di ndonesia ini.

      Itulah sebab nya umat islam paling banyak di dunia ya di indonesia jadi sejarah acehh, padang, medan deli, riau jambi palembang, bengkulu, bangka, pahang malasya umum nya sumatera adalah satu. 10 negri dahulu nya sumatra ini .. di sini saya tidak bisa jelaskan panjang lebar. tapi kalo saudara sekalian mau menggali lebih dalam datang lah ke alamat saya p.baru tangkerang tengah no2 dan4.rt3 rw 4 dkt simpng 4.

  2. Mengenai Borobudur yang menurut Bapak merupakan mahakarya orang Minang karena pendiri kerajaan Sriwijaya yang berasal dari Minanga. Dimana lokasi Minanga masih menjadi perdebatan para ahli, ada yang mengatakan di Riau dan di Sumbar. Belum ada fakta yang menguatkan dan melemahkan salah satunya. Maka pendapat Bapak mengenai “Kalau Candi Borobudur merupakan hasil karya masyarakat Minangkabau, maka mau-tidak-mau panel relief yang menggambarkan keris juga berarti milik dan hasil kreativitas masyarakat Minangkabau.” masih terlalu dini Pak.
    Terima kasih atas perhatiannya Pak

    Minangel,
    saya sepakat dg pendapat sdr farhan, bhw paparan / klaim minangel ini terlalu dini. namun di luar itu, saya yakin bhw klaim saya tersebut mempunyai dasar argumentasi yg ilmiah. saya yakin sekali bhw sumber arguemn saya adl valid.

    terima kasih.

  3. Bapak sudah sejauh itu menyimpulkan dan memastikan bahwa yang Bapak utarakan merupakan kebenaran, sedangkan dasar dari pernyataan Bapak yaitu Lokasi Minanga terletak di wilayah Minangkabau hanyalah merupakan pendapat yang belum tentu kebenarannya, masih ada pendapat lain yang disertai kajian ilmiah yaitu terletak di Riau

    Namun kita seharusnya tetap menghargai setiap interpretasi terhadap sejarah, dan mengetahui bahwa kebenaran pada setiap interpretasi sejarah tidak mutlak adanya, dan dipengaruhi oleh pengetahuan, emosi, kepentingan penulis sejarah dan akan selalu ada pembaharuan seiring adanya penemuan dan kajian ilmiah terbaru.

    Terima Kasih

    Minangel,
    pertama, statement sdr bhw ada pendapat lain yg menyatakan bhw minanga bertapak di riau, maka itu pun juga merupakan penguat buat minangkabau. mengapa?

    karena riau tsb berdekatan dg lebensraum minangkabau yaitu sumbar (luhak nan tigo). jadi sebenarnya, atau adilnya, minangkabau kala itu dapat dikatakan riau, pun kebalikannya, riau dapat dikatakan minangkabau, karena masa itu belum ada kristalisasi kesukuan.

    pada thread saya yg lain ketika berdebat / bergulat kata dg netter bernama putra sumsel yg org palembang, saya kerap menyatakan bhw minanga itu terletak di sumatera tengah, dan sumatera tengah itu adl lebensraum minangkabau. bukankah hal tsb tidak salah????

    berikutnya, ya marilah kita menunggu ditemukannya bukti2 sejarah yg akan menguak begitu banyak misteri sejarah.
    tentunya kita adl sama2 indonesia …..

    terima kasih.

  4. Terkait Kerajaan Kandis(Riau) ini jauh lebih tua dari pada Minangkabau yg diakui berada di gunung Marapi – Sumbar dan Pariangan Padang Panjang.
    Dalam Tambo alam Minangkabau tertulis Raja pertama Minangkabau adalah Adityawarman yg telah diketahui bersama sbg turunan Jawa.
    Bagaimana pula seorang atau kaum adat yg lebih muda spt Minangkabau mengklaim sbg pendahulu dari Kerajaan yg lebih tua(Kandis)? #Logika_Terbalik

    Nama Minangkabau baru muncul diabad ke 14, itupun dgn nama Menancabo di Bengkulu.
    Didalam Tambo Alam Minang Kabau sendiri disebutkan bahwa asal nama Minang Kabau adalah dari hasil kemenangan Kerbau Datuk Perpatih yg diadu dgn Kerbau Majapahit saat ekspedisi Pamalayu.
    Ini semakin membuktikan bhw Minangkabau baru muncul dimasa(14M) itu.
    Keberadaan Minangkabau sendiri belum dpt dijelaskan asal-usulnya karena setiap Tambo yg ada di Sumatra Barat yg dipegang oleh masing2 Kerajaan ada yg saling berbenturan dan mengklaim sbg yg terdahulu.
    Jadi menurut hemat saya, sebelum mengklaim hal2 yg ada diluar kawasan selingkaran Gunung Merapi…baiknya membenahi isi didalam agar tak terjadi tumpang-tindih sejarah yg semakin membingungkan dan menyesatkan anak-cucu kelak.

    Terkait Keris Garuda dan pasangannya itu masih ada hingga kini, termasuk Mustika Gajah. Pasangan Keris ini yg tidak diketahui pihak luar termasuk anda sendiri selaku penulis blog Minangel, hal ini wajar karena anda hanya berdasarkan wiki dan sejarah umum yg sudah tersebar, lain hal yg diketahui oleh ahli-waris Kerajaan Kandis.
    Dan Kedatuan di Kuantan-Riau tak ada yg mengakui dari Minangkabau…jika ada yg mengakui itu tak lain hanya pendatang biasa yg tengah merantau ke Kuantan dan hanya bermodalkan Tambo Minangkabau.

    Perihal gelar Maharaja Diraja atau Datuk Rajo Tunggal ini adalah gelar dan salah 1 logat-dialek Melayu yg berakhiran O atau E atau A…seperti :
    Rajo-Raje-Raja dan adapula Ghajo.
    Kemano(Kampar-Kuansing-Rokan)
    Kemane(Siak-Indragiri-Kepri-Malaysia)

    Sedangkan dialek-logat Minangkabau selalu dipotong diujung kata :
    Kemana(Melayu) – Kama(Minangkabau)
    Dimana(Melayu) – Dima(Minangkabau)
    Siapo(Melayu) – Sia(Minangkabau)
    Apo(Melayu) – A(Minangkabau)
    Rajo(Melayu) – Ajo(Minangkabau)
    Maharaja(Melayu) – Marajo(Minangkabau)

    Untuk nama putra Raja Kandis yaitu Dharmaswara, ibunya Pertiwi dan Darah Putih ini identik dgn nama penganut Hindu-Buddha.
    Pertiwi itu nama istri Dewa Wishnu, sementara Darmaswara dan Darah Putih ini umumnya dipakai oleh kaum Budi-Dharma atau Buddha. Darah Putih sebenarnya penyebutan gelar seorang Avalokitesvara yg disebut White Tara.
    Nah, boleh dipastikan Kerajaan ini penganut Hindu-Budha yg tentunya memiliki tempat peribadatan berupa kuil/Candi…sedangkan Candi terbesar di Sumatra hanya ada 3, yaitu_Muaratakus, MuaraJambi dan Portibi.
    Ketiga Candi ini diluar kawasan Minangkabau yang ada digunung Marapi…dan ketiga Candi itu lebih cenderung ke Propinsi Riau(Muara takus), Sumatra utara(Portibi) dan Prop. Jambi(MuaroJambi).
    Jika pun ada kuil di Minangkabau itu hanya kuil kecil atau onggokan batu gunung yg disusun…mustahil Kerajaan setua dan sebesar Kandis hanya mendirikan kuil kecil sbg tempat ibadah.
    Saya pribadi meyakini Kerajaan Kandis justru memiliki hubungan dgn candi Muara Takus atau candi Muara Jambi karena dahulunya Jambi-Kampar-Kuantan ini satu kawasan dan terpisah dgn Minangkabau.
    Apa yg membatasi antara Minangkabau dgn ke tiga kawasan ini?
    Jawabannya adalah Bukit Barisan…namun setelah hancurnya Kandis barulah Mentri atau pembesar Kerajaan ini menghulu ke Marapi yg pada saat itu masih belum bernama Minangkabau karena belum ditemukan manuskrip atau prasasti yg menuliskan kata Minangkabau saat itu.

    Hal yg sangat mendasar adalah perihal perbedaan asal-usul Kerajaan-Kerajaan yg ada di Kandis – Provinsi Riau dengan Minangkabau__yaitu :
    Raja-Raja yg masuk ke wilayah Sumatra tengah khususnya Kuantan-Kandis adalah melalui jalur Sungai Kuantan yg berada di Kab. Tembilahan(masuk melalui Muara Sungai).
    Sedangkan Minangkabau berasal dari Gunung Merapi seperti yg terdpt didalam ungkapan adatnya yg berbunyi :
    Dari ma titiak palito
    Dari telong nan barapi
    Dari ma asal Niniak kito
    Dari puncak gunuang Marapi

    Oke, sekian dulu koreksi dari saya…terimakasih.

    Minangel,

    pertama,
    saya tdk pernah mengatakan bhw kerajaan MK lbh tua dari kerajaan kandis. saya hanya mengatakan bhw kerajaan kandis merupakan kerajaan MK.

    kedua,
    mengenai paparan sdr yg sedemikian seolah kerajaan kandis (riau, kampar, kuantan dsb) tdk ada hubungannya dg MK, saya tdk sependapat.

    saya sudah utarakan bhw kala itu keberadaan suku2 riau dan MK masih menyatu, jadi blm terkristalisasi spt skg ini. jadi adl selalu benar kalau saya utarakan, bhw MK bisa jadi adl riau, dan kebalikannya, riau bisa jadi adl MK.

    intinya adl di sumatra tengah. sumatra tengah itu meliputi MK, riau, jambi, bengkulu dan bahkan mandailing.

    ketiga,
    bisa jadi kata minanga merupakan asalmula nama minangkabau.

    keempat,
    gelar Maharaja Diraja atau Datuk Rajo Tunggal, tidak ada syak lagi bhw nama itu bergenre MK. jangan dipelintir lagi seolah itu bukan nama bergenre MK.

    terima kasih.

    • Pernyataan anda bhw kerajaan Kandis adalah kerajaan MK tak ada dasarnya.
      Saya memaklumi jika anda ingin nempel tenar melalui umur tuanya kerajaan Kandis ini, tapi tolong pakai dasar yg logis, sesuai data dan kaidah yg benar…tapi faktanya memang tidak bisa dipaksakan karena tak ada hubungan antara Kerajaan Kandis yg berumur 2000 tahun lalu dgn kata Menancabo yg baru muncul diabad 14 masehi.
      Lebih logis justru Minangkabau berasal dari sebaran Masyarakat kerajaan Kandis…bukan malah menyatakan Kandis adalah kerajaan MK, dan kerajaan MK itu yg mana?
      Adakah prasasti Kerajaan yg menyebutkan nama Minangkabau?😀

      Memberi jawaban dlm kajian ilmiah sejarah itu musti berdasarkan fakta, bukan dgn suatu kemungkinan atau bisa jadi.
      Jika Minanga yg ada diprasasti Dapunta hyang anda anggap sbg asal Minangkabau itu lebih tak logis lagi…karena arti Minangkabau sangat berbeda dgn Minanga yg sudah jelas adalah bahasa Melayu kuno.
      Minanga / Binanga : aliran2 sungai
      Minang kabau : Besi runcing Kerbau
      Dimana korelasinya coba?😀

      Sependapat atau tidak dgn paparan saya itu hak anda, toh anda sendiri pun tak memiliki sanggahan yg logis utk melemahkan paparan saya.
      Mendasari pada prasasti Tanjore(1023M), nama Minangkabau tak ada disebut…yg disebut Pernyataan anda bhw kerajaan Kandis adalah kerajaan MK tak ada dasarnya.
      Saya memaklumi jika anda ingin nempel tenar melalui umur tuanya kerajaan Kandis ini, tapi tolong pakai dasar yg logis, sesuai data dan kaidah yg benar…tapi faktanya memang tidak bisa dipaksakan karena tak ada hubungan antara Kerajaan Kandis yg berumur 2000 tahun lalu dgn kata Menancabo yg baru muncul diabad 14 masehi.
      Lebih logis justru Minangkabau berasal dari sebaran Masyarakat kerajaan Kandis…atau MK adalah milik Kerajaan Kandis dulunya..bukan malah menyatakan Kandis adalah kerajaan MK, dan kerajaan MK itu yg mana?
      Adakah prasasti Kerajaan yg menyebutkan nama Minangkabau?😀

      Memberi jawaban dlm kajian ilmiah sejarah itu musti berdasarkan fakta dan bukan dgn kemungkinan atau bisa jadi.
      Jika Minanga yg ada diprasasti Dapunta hyang anda anggap sbg asal Minangkabau itu lebih tak logis lagi…karena arti Minangkabau sangat berbeda dgn Minanga yg sudah jelas adalah bahasa Melayu kuno.
      Minanga / Binanga : aliran2 sungai
      Minang kabau : Besi runcing Kerbau

      Sependapat atau tidak dgn paparan saya itu hak anda, toh anda sendiri pun tak memiliki sanggahan yg logis utk melemahkan paparan saya.
      Mendasari pada prasasti Tanjore(1023M), nama Minangkabau tak ada disebut.

      Sebelum anda bicara perihal Suku di MK, perjelas dulu kapan terciptanya Suku dan kapan adanya MK.
      Sesuai data dan fakta yg ada MK baru muncul diabad ke 14 masehi…jika Suku lebih dahulu muncul maka tak selayaknya anda mengatakan bahwa Suku-suku yg ada di Sumatra barat adalah Suku Suku Minangkabau😀

      Saya tak paham maksud kata “kristalisasi”…tapi yg pasti adalah Kerajaan yg ada pada tahun 1000 masehi sudah terbentuk melalui Suku-suku yg ada…dan pada waktu itu Minangkabau yg anda yakini di Sumatra barat belum ada.

      Tak bisa dibenarkan pernyataan Riau dahulu bisa jadi MK atau sebaliknya…karena tak ada prasasti yg menyatakan Minangkabau.
      Sumatra diabad 1023 masehi dahulu adalah sebagaimana yg tertulis diprasasti Tanjore…dan prasasti Tanjore tak ada kata Minangkabau kecuali : Malaiyur, Panai, Ilangasogam, Madamalingam, Ilamuri-Desam, dan Kadaram.

      Maharaja Diraja itu bahasa Melayu kuno atau bahasa Sanskerta yg anda klaim saja sbg genre MK, lha wong waktu MK aja tak ada.
      Yang ada justru anda mengklaim gelar Melayu kuno itu sbg genre MK yg baru muncul. Percuma merubah sesuatu yg jelas baru(MK) menjadi seolah tua demi memuluskan klaim-klaim lainnya sbg asal.
      Tak cocok istilah “GENRE” utk kajian ilmiah ini, kayak Musical aja anda buat😀
      Maha : Sanskerta
      Raj/Raja : Sanskerta

      Sementara salah 1 serapan bahasa Melayu kuno adalah bahasa Sanskerta…jika anda kurang yakin, pelajari prasasti-prasasti kuno yg telah ada ^_^

      MInangel,
      sudah berapa kali saya katakan, bhw saya tidak pernah katakan / klaim bhw MK lbh tua dari kandis. saya hanya katakan bhw kerajaan kandis adl kerajaan MK. apoakah hal tsb saja sdr tidak bisa faham??

      tolong, jangan terpaku kepada kapan nama suku Mk itu lahir. jangan terpaku pada angka. sbg gambaran saya beri contoh umat kristen.

      umat kristen lahir pada masa paulus, dg mengatakan umat itu sbg umat kristen di antiokia. itu hanya masalah penamaan saja.

      tapi apakah itu berarti sebelum paulus uamt kristen belum ada??? siapa bilang??? bukankah menurut keyakinan kristen, semua nabi, dari adam hingga zakaria dan yahya (yohanes pembaptis) ADL org kristen??

      jadi jangan terpaku pada penamaan dan kapan penamaan itu didapat.

      banyak kok kasus2 di mana suku2 bangsa tidak / belum memiliki nama di maSA LALU, dan nama yg mrk dapat akhirnya mereka dapat di saat kemudian.

      –o0o–

      kalo nama Datuk Rajo Tunggal, gimana? bukankah nama itu adl bergenre MK???

      intinya, koment sdr hanya pengulangan, tidak ada yg baru. saya harap intelek sedikit.

      terima kasih.

  5. Suka suka lu dah orang minang…artikel tentang candi prambanan buatan bangsa minangkabau belum dibuat ya om..

    Minangel saya tidak mempunyai dasar dalam bentuk apa pun utk berpendapat bhw prambanan dibangun oleh suku MK.

    terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s