Ulama Minangkabau Adalah Rahim Bagi NU Dan Muhammadiyah

minangel-img

Syaikh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi Rahimahullah adalah ulama besar Indonesia yang pernah menjadi imam, khatib dan guru besar di Masjidil Haram, sekaligus Mufti Mazhab Syafi’i pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Dia memiliki peranan penting di Mekkah al Mukarramah dan di sana menjadi guru para ulama Indonesia.

Nama lengkapnya adalah Ahmad Khatib bin Abdul Latif al-Minangkabawi, lahir di Koto Tuo – Balai Gurah, IV Angkek Candung, Agam, Sumatera Barat, pada hari Senin 6 Dzulhijjah 1276 H (1860 Masehi) dan wafat di Mekkah hari Senin 8 Jumadil Awal 1334 H (1916 M).

Awal berada di Mekkah, ia berguru dengan beberapa ulama terkemuka di sana seperti Sayyid Bakri Syatha, Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan, dan Syekh Muhammad bin Sulaiman Hasbullah al-Makkiy.

Banyak sekali murid Syaikh Khatib yang diajarkan fiqih Syafi’i. Kelak di kemudian hari mereka menjadi ulama-ulama besar di Indonesia, seperti Abdul Karim Amrullah (Haji Rasul) ayah dari Buya Hamka; Syaikh Muhammad Jamil Jambek, Bukittinggi; Syaikh Sulaiman Ar-Rasuli, Candung, Bukittinggi, Syaikh Muhammad Jamil Jaho Padang Panjang, Syaikh Abbas Qadhi Ladang Lawas Bukittinggi, Syaikh Abbas Abdullah Padang Japang Suliki, Syaikh Khatib Ali Padang, Syaikh Ibrahim Musa Parabek, Syaikh Mustafa Husein, Purba Baru, Mandailing, dan Syaikh Hasan Maksum, Medan. Tak ketinggalan pula K.H. Hasyim Asy’ari dan K.H. Ahmad Dahlan, dua ulama yang masing-masing mendirikan organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, merupakan murid dari Syaikhul Ahmad Khatib Rahimahullah.

Syaikhul Ahmad Khatib Rahimahullah adalah tiang tengah dari mazhab Syafi’i dalam dunia Islam pada permulaan abad ke XX. Ia juga dikenal sebagai ulama yang sangat peduli terhadap pencerdasan umat. imam Masjidil Haram ini adalah ilmuan yang menguasai ilmu fiqih, sejarah, aljabar, ilmu falak, ilmu hitung, dan ilmu ukur (geometri).

Sumber – http://id.wikipedia.org/wiki/Ahmad_Khatib_Al-Minangkabawi ;; 3 Pebruari 2014.

-o0o-

logominangelMuhammadiyah dan Nahdlatul Ulama merupakan dua lembaga keislaman terbesar yang ada di Indonesia ini. Sementara Muhammadiyah didirikan oleh anak bangsa yang bernama KH Ahmad Dahlan, NU didirikan oleh rekannya yang bernama KH Hasyim Asy’ari, yang datang dari tanah Jawa. Mereka berdua, bersama anak bangsa yang lain, merantau ke Mekah untuk menuntut ilmu. Dan dari hasil menuntut ilmu tersebut, kedua anak bangsa ini (bersama yang lainnya) kembali ke tanah-air untuk membangun bangsa dan agamanya. Berdirilah Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama.

Paparan di atas yang berasal dari Wikipedia menyebutkan babak sejarah di mana seorang ulama yang berasal dari Ranah Minangel yaitu Syaikh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi merupakan tokoh yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah kelahiran dua lembaga keislaman terbesar di Indonesia tersebut. Dapatlah dikatakan bahwa Syaikh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi merupakan rahim dan inspirasi yang mengarahkan KH. Ahmad Dahlan dan KH. Hasyim Asy’ari untuk membangun organisasi yang amat bermartabat tersebut.

Tiga anak manusia (beserta yang lainnya) ini telah bersatu-padu untuk membangun bangsa dan agamanya di Indonesia, dan ketiganya tidak dapat dipisahkan sama sekali.

Tokoh Urang Awak

Negarawan, pahlawan nasional, politikus, diplomat

  1. Abdul Muis, pahlawan, penulis, jurnalis dan nasionalis
  2. H. Agus Salim, pejuang kemerdekaan, diplomat, menteri luar negeri
  3. Aisyah Aminy, politikus
  4. Mr. Assaat, politikus
  5. I.F.M. Chalid Salim, pejuang, Digulis
  6. Chaerul Saleh, Wakil Perdana Menteri III di bawah Soekarno
  7. Fahmi Idris, menteri
  8. Harun Alrasjid Zain, rektor, gubernur, menteri
  9. Isa Anshari, politikus
  10. Mohammad Hatta, Wakil Presiden Indonesia
  11. Mohammad Natsir, politikus
  12. Mohammad Yamin, pahlawan, menteri
  13. Nazir Datuk Pamoentjak, aktivis
  14. Rasuna Said, pejuang hak-hak perempuan, pahlawan
  15. Rohana Kudus, penulis, aktivis, Wartawati Pertama Indonesia
  16. Siti Manggopoh, pahlawan
  17. Sutan Muhammad Rasjid, gubernur militer, diplomat, menteri
  18. Sutan Sjahrir, pahlawan, perdana menteri, menteri
  19. Tan Malaka, politikus
  20. Tuanku Imam Bonjol, pahlawan
  21. Tuanku Nan Renceh, pahlawan
  22. Tuanku Rao, pahlawan
  23. Umar Dt. Garang, politik
  24. Zubir Amin, diplomat
  25. Zubir Said, komponis “Majulah Singapura”, lagu kebangsaan Singapura
  26. Ilyas Karim, Pengibar Pertama Sang Saka Merah Putih

 

Ulama

  1. Buya Hamka
  2. Haji Muhammad Nur
  3. Haji Utsman Bin Abdullah
  4. Syeikh Abbas Abdullah
  5. Syeikh Abdul Hamid
  6. Syeikh Abdul Karim Amrullah
  7. Syeikh Abdul Rahman Minangkabau
  8. Syeikh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi
  9. Syeikh Burhanuddin
  10. Syeikh Ismail Al-Minankabawi
  11. Syeikh Muhammad Amrullah Tuanku Abdullah Saleh
  12. Syeikh Muhammad Saleh Al-Minankabawi
  13. Muhammad Jamil Jambek
  14. Syeikh Sulaiman Ar-Rasuli
  15. Syeikh Tahir Jalaluddin Al-Azhari

 

Ilmuwan, budayawan, sastrawan

  1. A.A Navis, penulis, sastrawan
  2. Abdul Kadir Usman, budayawan
  3. Adinegoro, sastrawan, wartawan
  4. Asrul Sani, sastrawan
  5. Delsy Syamsumar, pelukis
  6. Ellywarti Maliki, ilmuwan
  7. Buya Hamka, budayawan, penulis
  8. M. Thaib Sutan Pamoentjak, sastrawan, penulis kamus bahasa Minangkabau
  9. Marah Roesli, sastrawan
  10. Mochtar Lubis, sastrawan
  11. Muhammad Alwi Dahlan, budayawan
  12. Nur Sutan Iskandar, sastrawan
  13. PK Ojong, wartawan
  14. Rosihan Anwar, budayawan, jurnalis, penulis
  15. Prof. Sutan Muhammad Zain, sastrawan, penulis Kamus Modern Bahasa Indonesia
  16. Taufiq Ismail, sastrawan
  17. Wildan Yatim, sastrawan
  18. Wisran Hadi, sastrawan
  19. Zakiah Darajat, budayawan
  20. Afrizal Koto, wartawan
  21. Viveri ‘MAK KARI’ Yudi, Penulis, Budayawan

 

Pendidik, Akademisi

  1. Asvi Warman Adam, sejarawan
  2. Indra J. Piliang, intelektual CSIS
  3. Muhammad Chatib Basri, ekonom
  4. Muhammad Alwi Dahlan, dosen komunikasi
  5. Saldi Isra, dosen hukum, kolumnis
  6. Taufik Abdullah, peneliti, sejarawan

 

Pengusaha, bankir dan sejenisnya

  1. Abdulgani, Komisaris PT Garuda Indonesia
  2. Azwardi Rivai, pemilik jaringan restoran Sari Bundo
  3. Baihaki Hakim, mantan Dirut Pertamina
  4. Bustaman, pemilik jaringan restoran Sederhana
  5. Datuk Hakim Thantawi, pengusaha
  6. Djohan Sutan Perpatih, pengusaha
  7. Erry Firmansyah, Direktur Utama PT BEJ
  8. Hasyim Ning, pengusaha
  9. Irman Gusman, pendiri Kopitime.com, politikus
  10. Jefrie Geovannie, pengusaha
  11. Rahimi Sutan, pemilik Natrabu Group
  12. Sutan Sjahsam, pialang saham, pendiri PT Perdanas
  13. Syahril Sabirin, gubernur Bank Indonesia
  14. Prof DR Maizar Rahman, Komisaris pertamina, Kepala Lemigas, Gubenur Opec untuk indonesia

 

Seniman

  1. Delsy Sjamsumar,ilustrator
  2. Elly Kasim, penyanyi
  3. Tiar Ramon, penyanyi
  4. Nedi Gampo, penyanyi
  5. Wakidi, pelukis
  6. Gusmiati Suid, Master Tari

 

Selebriti

  1. Denny Malik, aktor
  2. Ernie Djohan, artis
  3. Melanie Putria Dewita Sari, Putri Indonesia
  4. Boy G. Sakti, koreografer

 

Akademisi dan Ahli

  1. Arbi Sanit, ilmuwan politik
  2. Asvi Warman Adam, sejarawan
  3. Azyumardi Azra, penulis, ilmuwan sosial
  4. Dewi Fortuna Anwar, ilmuwan politik
  5. Deliar Noer, ilmuwan sosial
  6. Effendi Gazali, pakar komunikasi
  7. Elza Syarief, ahli hukum
  8. Indra J. Piliang, ilmuwan politik
  9. Inu Kencana Syafiie, tokoh pendidik IPDN
  10. Ivan Lanin, pakar internet
  11. Maizar Rahman, ahli minyak, sekjen OPEC
  12. Mestika Zed, sejarawan dan budayawan
  13. Mochtar Naim, antropolog
  14. Mohammad Nasroen, filsuf, menteri Indonesia
  15. Nazri Gayur, pendiri Universitas Tadulako
  16. Nila Djuwita Anfasa Moeloek, ahli penyakit mata
  17. Ruby Alamsyah, ahli digital forensik
  18. Saldi Isra, ahli hukum tata negara
  19. Sheikh Muszaphar Shukor, angkasawan Malaysia pertama
  20. Surya Suryadi, ahli bahasa
  21. Sutan Muhammad Zain, pakar bahasa
  22. Taufik Abdullah, sejarawan
  23. Tan Sri Norma Abas, ahli hukum, hakim besar Malaysia
  24. Zainal Abidin Ahmad, pemikir dan pendeta Melayu

 

Aktivis

  1. Joserizal Jurnalis, pendiri MER-C
  2. Nazir Datuk Pamuntjak, aktivis Perhimpunan Indonesia
  3. Rama Pratama, aktivis reformasi
  4. Shamsiah Fakeh, pemimpin Angkatan Wanita Sedar di Malaysia
  5. Siti Manggopoh, pejuang Belasting
  6. Yeny Rosa Damayanti, aktifis reformasi

 

Artis

  1. Acha Septriasa, aktris, penyanyi
  2. Ade Irawan, aktris
  3. Afgan Syah Reza, penyanyi
  4. Ali Mustafa, penyanyi
  5. Alvin Adam, aktor, pembawa acara
  6. Awaludin, aktor dan sutradara
  7. Aznil Nawawi, pembawa acara Malaysia
  8. Benigno, penyanyi
  9. Bunga Citra Lestari, penyanyi, aktris
  10. Camelia Malik, aktris
  11. Chiquita Meidy, penyanyi
  12. Denny Malik, aktor
  13. Dorce Gamalama, aktris, penyanyi, pembawa acara
  14. Dude Harlino, aktor
  15. Elly Kasim, penyanyi
  16. Ernie Djohan, penyanyi, aktris
  17. Eva Arnaz, aktris
  18. Fariz Rustam Munaf, penyanyi
  19. Giring Nidji, penyanyi
  20. Gusti Randa, aktor
  21. Intan Ayu Purnama, aktris
  22. Ivan Permana, aktor
  23. Iwel Wel, pelawak, pembawa acara
  24. Kiwil, pelawak
  25. Laila Sari, aktris
  26. Leily Sagita, aktris
  27. Marshanda, aktris
  28. Masayu Anastasia, aktris
  29. Melanie Putria Dewita Sari, pembawa acara, putri Indonesia
  30. Nikita Willy, aktris
  31. Nindy, penyanyi, aktris
  32. Ninik L Karim, aktris
  33. Nirina Zubir, akrtis
  34. Okky Lukman, pelawak
  35. Olga Syahputra, pembawa acara, pelawak
  36. Oppie Andaresta, penyanyi
  37. Poppy Bunga, aktris
  38. Richard Rain, pesulap
  39. Rico Ceper, pembawa acara
  40. Sherina Munaf, aktris, penyanyi
  41. Soekarno M. Noer, aktor
  42. Sylvana Herman, penyanyi
  43. Titi Sjuman, aktris
  44. Vidi Aldiano, penyanyi
  45. Zaskia Adya Mecca, aktris

 

Atlet

  1. Alan Martha, sepak bola
  2. Markis Kido, bulu tangkis
  3. Nasrul Koto, sepak bola
  4. Pia Zebadiah Bernadet, bulu tangkis
  5. Syamsir Alam, sepak bola

 

Diplomat

  1. Dino Patti Djalal, diplomat Indonesia
  2. Hasnan Habib , diplomat Gerakan Non Blok, ahli militer
  3. Hasyim Djalal, diplomat Indonesia
  4. Zubir Amin, diplomat Indonesia

 

Ekonom

  1. Emil Salim, menteri Indonesia
  2. Muhammad Chatib Basri, peneliti
  3. Revrisond Baswir, ekonom
  4. Rizal Ramli, menteri Indonesia
  5. Syahril Sabirin, gubernur Bank Indonesia
  6. Syahrir, ekonom dan politisi

 

Militer

  1. Adnan bin Saidi, pahlawan kemerdekaan Malaysia
  2. Ahmad Hussein, panglima PRRI
  3. Awaluddin Djamin, kepala polisi Indonesia, menteri Indonesia
  4. Daan Jahja, pangdam dan gubernur militer Jakarta
  5. Djamari Chaniago, panglima Kostrad
  6. Ismed Yuzairi Chaniago, pangdam
  7. Kemal Idris, panglima Kostrad
  8. Mohammad Nazir, penggagas AL Indonesia, menteri Indonesia
  9. Rais Abin, kepala pasukan keamanan PBB
  10. Rasyid Qurnuen Aquary, komandan Kopassus

 

Pebisnis

  1. Abdul Latief, pemilik Latief Corporation, menteri Indonesia
  2. Azwardi Rivai, pemilik jaringan restoran Sari Bundo
  3. Basir Barthos, pemilik Universitas Borobudur
  4. Basrizal Koto, pemilik Basko Group
  5. Bustaman, pemilik jaringan restoran Sederhana
  6. Bustami Karimammarullah, pemilik Bustami Optical, Singapura
  7. Chairul Tanjung, pemilik Para Group
  8. Datuk Hakim Thantawi, pemilik Thaha Group
  9. Djohan Sutan Perpatih, pemilik NV Djohor Djohan
  10. Hasyim Ning, pengusaha otomotif
  11. Jefrie Geovannie, pengusaha, politikus
  12. Julius Sukur, pemilik Universitas Persada Indonesia YAI
  13. Kahar Tjandra, pemilik Grup Mahakam
  14. Moeslim Taher, pemilik Universitas Jayabaya
  15. Rahimi Sutan, pemilik Natrabu Group
  16. Rahman Tamin, pemilik Ratatex
  17. Sutan Sjahsam, pialang saham, pendiri Perdanas
  18. Tan Sri S.M. Nasimudin, pemilik NAZA Motor

 

Penulis

  1. Abdul Muis, penulis novel, politikus
  2. Abrar Yusra, penulis buku, penulis novel
  3. Afrizal Malna, penulis buku
  4. Ahmad Fuadi, penulis novel
  5. Akmal Nasery Basral, penulis novel
  6. Alfian Sa’at, penulis, penyair, dan dramawan Singapura
  7. Ali Akbar Navis, penulis novel
  8. Aman Datuk Madjoindo, penulis novel
  9. Chairil Anwar, penulis puisi
  10. Darman Moenir, penulis novel
  11. Gustaf Rizal, penulis novel
  12. Hamid Jabbar, penulis novel
  13. Hamka, penulis novel, ulama, politikus
  14. Idrus, penulis cerpen
  15. Iyut Fitra, penulis puisi
  16. Leon Agusta, penulis sajak
  17. Marah Rusli, penulis novel
  18. Motinggo Busye, penulis novel
  19. Muhammad Alwi Dahlan, kolumnis, menteri Indonesia
  20. Nasjah Djamin, penulis puisi
  21. Nur Sutan Iskandar, penulis novel
  22. Raudal Tanjung Banua, penulis novel
  23. Rivai Apin, penulis puisi
  24. Rusli Amran, penulis buku
  25. Sariamin Ismail, penulis novel
  26. Sutan Muhammad Zain, penulis kamus modern Bahasa Indonesia
  27. Sutan Takdir Alisjahbana, penulis novel, budayawan
  28. Taufiq Ismail, penulis puisi
  29. Tulis Sutan Sati, penulis novel
  30. Umar Junus, esais
  31. Wisran Hadi, penulis novel
  32. Zainuddin Tamir Koto, penulis sajak

 

Politikus

  1. Abdoel Halim, perdana menteri Indonesia
  2. Abdul Rahman, Yang di-Pertuan Agong Malaysia pertama
  3. Abdul Samad Idris, menteri Malaysia
  4. Abdoel Raoef Soehoed, menteri Indonesia
  5. Abdul Jalil Rahmad Syah I, pendiri Kesultanan Siak
  6. Abu Hanifah, menteri Indonesia
  7. Adityawarman, raja Pagaruyung pertama
  8. Agus Salim, menteri Indonesia, diplomat
  9. Ahmad Boestaman, pendiri Parti Rakyat Malaysia
  10. Aisyah Aminy, parlemen Indonesia
  11. Amirsham Abdul Aziz, menteri Malaysia
  12. Assaat, presiden Indonesia
  13. Azwar Anas, menteri Indonesia
  14. Bachtiar Chamsyah, menteri Indonesia
  15. Bahder Djohan, menteri Indonesia
  16. Bustanil Arifin, menteri Indonesia
  17. Chaerul Saleh, pemimpin parlemen RI dan menteri Indonesia
  18. Djailani Naro, pemimpin PPP
  19. Eny Karim, menteri Indonesia
  20. Fahmi Idris, menteri Indonesia
  21. Farid Anfasa Moeloek, menteri Indonesia
  22. Gamawan Fauzi, menteri Indonesia
  23. Harun Alrasjid Zain, menteri Indonesia
  24. Hasan Basri Durin, menteri Indonesia
  25. Hazairin, menteri Indonesia
  26. Irman Gusman, pemimpin DPD-RI
  27. Irwan Prayitno, parlemen Indonesia
  28. Jafar dari Negeri Sembilan, Yang di-Pertuan Agong Malaysia
  29. Jahja Datoek Kajo, anggota Volksraad
  30. Melewar, Yamtuan Besar Negeri Sembilan pertama
  31. Mohammad Amir, menteri Indonesia
  32. Mohammad Hatta, wakil presiden Indonesia, perdana menteri Indonesia
  33. Mohammad Natsir, perdana menteri Indonesia
  34. Mohammad Yamin, menteri Indonesia
  35. Patrialis Akbar, menteri Indonesia
  36. Rais Yatim, menteri Malaysia
  37. Rashid Maidin, pemimpin Partai Komunis Malaysia
  38. Rasuna Said, parlemen Indonesia
  39. Roestam Effendi, parlemen Belanda
  40. Sabilal Rasjad, menteri Indonesia
  41. Sha’ari Tadin, sekretaris parlemen Singapura
  42. Shaziman Abu Mansor, menteri Malaysia
  43. Sjamsuddin Sutan Makmur, menteri Indonesia
  44. Sutan Mohammad Rasjid, menteri Indonesia
  45. Sutan Sjahrir, perdana menteri Indonesia
  46. Syarifudin Baharsah, menteri Indonesia
  47. Tan Malaka, politikus komunis internasional
  48. Tifatul Sembiring , menteri Indonesia, presiden Partai Keadilan Sejahtera
  49. Umar Datuk Garang
  50. Yusof Ishak, presiden pertama Singapura
  51. Zuhal, menteri Indonesia

 

Profesional

  1. Abdulgani, dirut Garuda Indonesia
  2. Arifin Tasrif, dirut Petrokimia Gresik
  3. Arwin Rasyid, dirut Bank CIMB Niaga
  4. Baihaki Hakim, dirut Pertamina
  5. Emirsyah Satar, dirut Garuda Indonesia
  6. Erry Firmansyah, dirut Bursa Efek Indonesia
  7. Fazwar Bujang, dirut Krakatau Steel
  8. Hasnul Suheimi, dirut Excelcom
  9. Nazir Razak, CEO Bank CIMB
  10. Rinaldi Firmansyah, dirut Telkom Indonesia
  11. Tunku Tan Sri Abdullah, dirut Melewar Group & MAA
  12. Tuanku Naquiyuddin Tuanku Abdul Rahman, dirut Antah Holding Bhd

 

Seniman

  1. Ani Sumadi, produser kuis
  2. Azmyl Yunor, penyanyi, penulis lagu, dan multi instrumentalis Malaysia
  3. Boy G. Sakti, koreografer
  4. Delsy Syamsumar, pelukis
  5. Ibrahim Anon, kartunis Malaysia
  6. Jose Rizal Manua, pendiri Teater Tanah Air
  7. Wakidi, pelukis
  8. Wandly Yazid, komponis film Singapura
  9. Zubir Said, komponis lagu kebangsaan Singapura, Majulah Singapura

 

Sutradara

  1. Arizal, sutradara film
  2. Asrul Sani, sutradara film
  3. Dasri Yacob, sutradara film
  4. Djamaludin Malik, sutradara film
  5. Hasmanan, sutradara film
  6. Imam Putra Piliang, sutradara film
  7. Jajang C. Noer, sutradara film
  8. John de Rantau, sutradara film
  9. Usmar Ismail, sutradara film

 

Ulama

  1. Abbas Abdullah, pendiri Sumatera Thawalib
  2. Abdul Karim Amrullah, pendiri Sumatera Thawalib
  3. Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, imam besar Masjidil Haram, Mekkah
  4. Ahmad Syafei Maarif, pemimpin Muhammadiyah
  5. A.R Sutan Mansur, pemimpin Muhammadiyah
  6. Burhanuddin Ulakan, ulama sufi
  7. Buya Hamka, sastrawan Indonesia, ulama, aktivis politik
  8. Datuk Ri Bandang, penyebar Islam di Sulawesi
  9. Ilyas Ya’kub, ulama dan pendiri Persatuan Muslim Indonesia
  10. Muhammad Amrullah Tuanku Abdullah Saleh
  11. Muhammad Jamil Jambek, pendiri Sumatera Thawalib
  12. Muhammad Saleh Al-Minankabawi
  13. Sulaiman Ar-Rasuli
  14. Tahir Jalaluddin Al-Azhari
  15. Rahmah el Yunusiyah
  16. Tarmizi Taher, menteri Indonesia
  17. Tuanku Imam Bonjol, pahlawan perang Paderi
  18. Tuanku Nan Renceh, pahlawan perang Paderi
  19. Zakiah Daradjat,

 

Wartawan

  1. Abdullah Ahmad, pendiri majalah Al-Munir dan Al-Akhbar
  2. Abdul Rivai, jurnalis, dokter
  3. Adinegoro, jurnalis, penulis buku
  4. Ani Idrus, pendiri koran Waspada
  5. Budi Putra, jurnalis teknologi
  6. Desi Anwar, wartawan Metro TV
  7. Miryul MT Miron, jurnalis, praktisi media
  8. Joesoef Isak, pemilik penerbit buku Hasta Mitra
  9. Karni Ilyas, jurnalis
  10. Rohana Kudus, pendiri majalah Sunting Melayu
  11. Rosihan Anwar, pendiri koran Pedoman

 

 Access from,

http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_tokoh_Sumatera_Barat.

http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_tokoh_Minangkabau

Access date,

20 Aug 2010.

Ahmad Khatib Al-Minangkabawi

Syeikh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi adalah ulama besar Indonesia yang pernah menjadi imam, khatib dan guru besar di Masjidil Haram, sekaligus Mufti Mazhab Syafi’i pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Dia memiliki peranan penting di Makkah al Mukarramah dan di sana menjadi guru para ulama Indonesia.
Riwayat
Nama lengkapnya adalah Ahmad Khatib bin Abdul Latif al-Minangkabawi, lahir di Koto Gadang, IV Koto, Agam, Sumatera Barat, pada hari Senin 6 Dzulhijjah 1276 H (1860 Masehi) dan wafat di Makkah hari Senin 8 Jumadil Awal 1334 H (1916 M) Awal berada di Makkah, ia berguru dengan beberapa ulama terkemuka di sana seperti … ,

  • Sayyid Bakri Syatha,
  • Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan,
  • Syekh Muhammad bin Sulaiman Hasbullah al-Makkiy.

 

Banyak sekali murid Syeikh Khatib yang diajarkan fiqih Syafi’i. Kelak di kemudian hari mereka menjadi ulama-ulama besar di Indonesia, seperti …..,

  • Abdul Karim Amrullah (Haji Rasul) ayahanda dari Buya Hamka;
  • Syeikh Muhammad Jamil Jambek, Bukittinggi;
  • Syeikh Sulaiman Ar-Rasuli, Candung, Bukittinggi,
  • Syeikh Muhammad Jamil Jaho Padang Panjang,
  • Syeikh Abbas Qadhi Ladang Lawas Bukittinggi,
  • Syeikh Abbas Abdullah Padang Japang Suliki,
  • Syeikh Khatib Ali Padang,
  • Syeikh Ibrahim Musa Parabek,
  • Syeikh Mustafa Husein, Purba Baru, Mandailing,
  • dan Syeikh Hasan Maksum, Medan.
  • K.H. Hasyim Asy’ari
  • K.H. Ahmad Dahlan

Dua ulama terakhir masing-masing mendirikan organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, merupakan murid dari Syeikh Ahmad Khatib.

Syeikh Ahmad Khatib adalah tiang tengah dari mazhab Syafi’i dalam dunia Islam pada permulaan abad ke XIV. Ia juga dikenal sebagai ulama yang sangat peduli terhadap pencerdasan umat. Imam Masjidil Haram ini adalah ilmuan yang menguasai ilmu fiqih, sejarah, aljabar, ilmu falak, ilmu hitung, dan ilmu ukur (geometri).

Gagasan-gagasan
Perhatiannya terhadap hukum waris juga sangat tinggi, kepakarannya dalam mawarits (hukum waris) telah membawa pembaharuan adat Minang yang bertentangan dengan Islam. Martin van Bruinessen mengatakan, karena sikap reformis inilah akhirnya al-Minangkabawi semakin terkenal. Salah satu kritik Syeikh Ahmad Khatib yang cukup keras termaktub di dalam kitabnya Irsyadul Hajara fi Raddhi ‘alan Nashara. Di dalam kitab ini, ia menolak doktrin trinitas Kristen yang dipandangnya sebagai konsep Tuhan yang ambigu.

Selain masalah teologi, dia juga pakar dalam ilmu falak. Hingga saat ini, ilmu falak digunakan untuk menentukan awal Ramadhan dan Syawal, perjalanan matahari termasuk perkiraan wahtu shalat, gerhana bulan dan matahari, serta kedudukan bintang-bintangtsabitah dan sayyarah, galaksi dan lainnya.

Syeikh Ahmad Khatib juga pakar dalam geometri dan tringonometri yang berfungsi untuk memprediksi dan menentukan arah kiblat, serta berfungsi untuk mengetahui rotasi bumi dan membuat kompas yang berguna saat berlayar. Kajian dalam bidang geometri ini tertuan dalam karyanya yang bertajuk Raudat al-Hussab dan Alam al-Hussab

Karya
Semasa hidupnya, ia menulis 49 buku tentang masalah-masalah keagamaan dan kemasyarakatan. Publikasinya tersebar hingga ke wilayah Syiria, Turki dan Mesir.

Beberapa karyanya tertulis dalam bahasa Arab dan Melayu, salah satunya adalah al-Jauhar al-Naqiyah fi al-A’mali al-Jaibiyah. Kitab tentang ilmu Miqat ini diselesaikan pada hari Senin 28 Dzulhijjah 1303 H.

Karya lainnya adalah Hasyiyatun Nafahat ala Syarh al-Waraqat. Syeikh Ahmad Khatib menyelesaikan penulisan kitab ini pada hari Kamis, 20 Ramadhan 1306 H, isinya tentang usul fiqih. Karyanya yang membahas ilmu matematika dan al-Jabar adalah Raudhatul Hussab fi A’mali Ilmil Hisab yang selesai dirulis pada hari Ahad 19 Dzulqaedah 1307 H di Makkah. Kitab-kitab lainnya adalah al-Da’il Masmu’fi al-Raddi ala man Yurist al-Ikhwah wa Aulad al-Akhawat ma’a Wujud al-Ushl wa al-Manhaj al-Masyru’, Dhau al-Siraj dan Shulh al-Jama’atain bi Jawazi Ta’addud al-Jum’atain.

>>

Access from,

http://id.wikipedia.org/wiki/Ahmad_Khatib_Al-Minangkabawi

Access date,

19 Aug 2010